IdeaFest 2026 Angkat Tema “ReHumanize”, Soroti Pentingnya Manusia saat AI Menggempur

Co-Chair IdeaFest Desy Bachir menuturkan, tema ReHumanize sebagai pengingat manusia tidak boleh tersisih dalam perkembangan teknologi.

Diterbitkan 13 Mei 2026, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gelombang perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan otomatisasi dinilai semakin mengubah cara manusia bekerja hingga berinteraksi. Di tengah perubahan tersebut, IdeaFest 2026 hadir dengan tema “ReHumanize” yang menempatkan kembali manusia sebagai pusat dari setiap inovasi.

Co-Chair IdeaFest, Desy Bachir, mengatakan tema tersebut dipilih sebagai pengingat manusia tidak boleh tersisih dalam perkembangan teknologi yang semakin masif.

"Mudah-mudahan ini messages dari kami juga tersampaikan bahwa memang dalam tahun ini dengan tema re-humanize, we want to bring human back to centre dan I think not just bring human back to centre but also bringing awareness bahwa human is always the centre,” ujar Desy dalam Kick-Off: Press Conference IdeaFest 2026, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, IdeaFest diharapkan menjadi ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk membahas isu-isu yang saat ini tengah hangat, terutama terkait dampak perkembangan teknologi terhadap kehidupan manusia.

Desy mengatakan, forum tersebut juga diharapkan melahirkan ide, wawasan, dan inisiatif baru dari berbagai pelaku industri kreatif maupun masyarakat luas.

"Kami berharap nanti akan muncul ide-ide baru, insight baru, dan inisiatif baru dari sini. Kami juga berharap pesan ini bisa ikut disebarkan, bukan hanya soal temanya, tetapi bagaimana semua pihak dapat berkontribusi menjadikan manusia kembali sebagai pusat ekonomi kreatif,” katanya.

Dalam penyelenggaraannya, IdeaFest 2026 juga akan menghadirkan diskusi panel bersama para pemimpin industri yang membahas pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah derasnya inovasi teknologi.

Ia juga membocorkan sejumlah figur yang akan terlibat dalam rangkaian IdeaFest 2026. Nama-nama dari berbagai latar belakang industri kreatif, sosial, hingga lingkungan ditampilkan di layar utama acara.

Beberapa di antaranya yakni Agam Subarkah, Andrew Dalimartha, serta Apotekerhack yang juga dikenal sebagai Head of Branding Indonesian Young Pharmacists Group (IYPG).

Acara ini bakal digelar pada 4 sampai 6 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. 

IdeaFest 2026

Selain itu, hadir pula Ardika Dwitama, kreator konten Cete, hingga Dr. Dhika.

Dari sektor sosial dan komunitas, terdapat nama Faye Wongso dan Gema Semesta. Sementara isu lingkungan dan kelautan diwakili oleh Ghinarai Tadjoedin yang terlibat dalam Indonesia Ocean Justice Initiative dan delegasi Indonesia pada 4th UN PETRI Indonesia 2024.

Dunia perfilman dan fesyen juga turut mendapat sorotan melalui kehadiran Gina S. Noer serta Hanna Faridl.

“See you at IdeaFest 2026,” ujar Desy.

Menyebar Semangat Budaya Peduli Sampah di IdeaFest 2025, Langkah Kecil untuk Tujuan Besar

Sebelumnya, Ideafest 2025 yang baru tuntas terselenggara sepanjang akhir pekan lalu dimanfaatkan untuk menyebarkan budaya peduli sampah. Hal itu selaras dengan tema utama acara yang sudah berlangsung sejak 2011, yakni Cultivate the Culture.

"Ini salah satu bentuk nyata menggunakan momen ini untuk mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan, budaya recycling," sambung Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk Andrew Ferdinand Hallatu, ditemui di JICC Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2025.

Sebuah meja panjang disiapkan di booth dengan beberapa bangku. Pengunjung yang sudah memenuhi syarat tertentu bisa memilih antara berkreasi mendesain card holder atau menempelkan kancing kait ke pouch. Kedua barang yang hampir jadi itu seluruhnya terbuat dari plastik dan sampah karton yang didaur ulang.

Prosesnya tidak rumit. Bagi yang memilih untuk mendandani card holder, pengunjung cukup menggunakan setrika untuk menempelkan potongan plastik ke card holder dengan dilapisi kertas teflon. Cukup dipanaskan sekitar 10 detik, potongan plastik itu menempel ke tempat kartu.

Sementara untuk yang memilih berprakarya dengan pouch, perlu dibantu alat tekan agar kancing bisa menempel. Prinsipnya, tekun dan mau mencoba. Kalau pun kurang rapi, bisa dibantu dirapikan oleh petugas yang berjaga. "Edukasi itu impact-nya enggak langsung dilihat, tapi tujuannya message terdeliver ke orang-orang," ujar Edward.

Kelola Sampah Event

Indofood, bersama empat brand-nya, menggandeng Rekosistem untuk mengelola sampah dan lingkungan selama Ideafest 2025 yang berlangsung tiga hari. Rekosistem menyediakan 13 titik pengumpulan sampah (waste bin) yang tersebar di seluruh area acara, satu area pembuangan sementara, dan petugas kebersihan yang dikoordinasikan bersama pengelola venue festival.

"Kita sengaja hanya menyediakan tempat sampah untuk organik dan anorganik saja. Kalau dikasih 10, orang bingung nanti. Jadi, first step untuk daur ulang dimulai dari memisahkan yang organik dan non-organik," kata Ernest C. Layman, Chief Executive Officer Rekosistem.

Petugas berjaga di masing-masing titik pengumpulan untuk membantu mengarahkan pengunjung yang hendak membuang sampah. Pasalnya, meski sudah diberi tanda organik dan anorganik, orang masih cenderung mengabaikannya. Padahal, pemilahan adalah langkah terpenting untuk bisa memaksimalkan sampah yang masih bisa diolah, terolah dengan baik.

Seluruh sampah terkumpul kemudian akan dibawa dan dikelola melalui Rekosistem Waste Hub, mulai dari pemilahan hingga penyaluran kepada para mitra daur ulang sesuai dengan jenis materialnya. Langkah ini untuk memastikan seluruh sampah acara IdeaFest 2025 dikelola secara bertanggung jawab.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6