20 Ribu Pekerja Kena PHK hingga Maret 2026

Puluhan ribu pekerja terkena PHK hingga Maret 2026, simak faktor penyebabnya.

Diterbitkan 08 Mei 2026, 22:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor mengungkapkan ada puluhan ribu pekerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga Maret 2026. Faktor ekonomi global menjadi salah satu sebabnya.

Dia mengaku belum mengantongi data pasti jumlah pekerja yang terkena PHK. Namun, dalam hitungan kasarnya, ada sekitar 20.000 orang yang kehilangan pekerjaannya di kuartal I-2026.

"Saya belum tahu pasti, cuma memang sampai dengan bulan Maret 2026 kemarin ada sekitar lebih kurang 20 ribuan lebih yang terdampak (PHK)," ungkap Afriansyah, ditemui di Plaza BPJamsostek, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Sektor industri padat karya yang dikatakan Afriansyah jadi sektor paling banyak pekerja terkena PHK. Meski begitu, dia belum merinci lebih jauh.

Hanya saja, Afriansyah mengamini ada kondisi ekonomi dan geopolitik global yang mempengaruhi kinerja perusahaan di Tanah Air. Gejolak ekonomi berdampak pada bisnis di Indonesia.

"Pemerintah tetap waspada menyikapi akan terjadinya dampak situasi perekonomian. Pertama karena perang, kemudian juga ada masalah soal globalisasi yang luar biasa, ya," kata dia.

Arahan Presiden

Meski demikian, Afriansyah mengungkap pesan Presiden Prabowo Subianto. Utamanya, meminta pelaku usaha untuk menanggapi kondisi ini dengan tenang.

"Jadi, kita tetap tenang di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, dan jelas kemarin Presiden juga mengimbau agar semua industri juga tetap menghadapinya dengan situasi yang tenang, Jadi, tidak usah perlu takut lah, gitu," beber dia.

 

 

Kemnaker Cermati Potensi PHK

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan buka suara doal potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan sebagai dampak dari kondisi geopolitik global, perang Amerika Serikat (AS) - Israel dan Iran. Kemnaker tengah mengumpulkan sederet informasi tersebut.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi mengatakan, pihaknya mengkaji informasi mengenai potensi PHK tersebut. Langkah ini akan menjadi landasan pengambilan kebijakan pemerintah kedepannya.

"Ya kami terus kumpulkan informasi-informasi tersebut, dan kami akan kaji dan analisis untuk pengambilan kebijakan yang pas," ucap Cris, di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, ditulis Kamis (20/4/2026).

Sektor Mana Paling Banyak?

Dia mengakui sudah ada beberapa laporan mengenai potensi PHK dari industri tersebut imbas beban perusahaan karena perang AS-Irael dan Iran. Adapun, sektor industri yang berkaitan dengan plastik dan gas menjadi yang dilaporkan paling banyak.

"Ada beberapa. Lebih ke yang plastik sih, termasuk gas ya," katanya.

Potensi PHK tersebut diungkap Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang dipimpin Said Iqbal. Datanya menyebut, ada potensi PHK terhadap ribuan buruh dari 10 perusahaan karena terdampak kondisi geopolitik global.

 

Potensi PHK di 10 Perusahaan

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengungkap ada potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 9.000 buruh di berbagai sektor. Butuh industri tekstil dan plastik disebut menjadi yang paling banyak terdampak.

Said Iqbal mengaku telah mendapat laporan dari serikat buruh di pabrik-pabrik. Diperkirakan akan ada 10 pabrik yang melakukam efisiensi. Meski, dia belum mau mengungkap nama-nama pabrik yang akan mengurangi karyawan.

"10 perusahaan ini, dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan lebih, terutama di industri plastik dan industri tekstil, saat ini tercatat 9 ribu berpotensi (PHK)," ujar Iqbal dalam konferensi pers daring, Jumat (17/4/2026).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6