Harga Perak Antam Hari Ini 16 April 2026 Kembali Menguat, Sentuh Level Segini

Berikut pergerakan harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Kamis, (16/4/2026).

Diterbitkan 16 April 2026, 10:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih melanjutkan kenaikan pada Kamis, (16/4/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini berlawanan dengan harga emas Antam tetapi sejalan dengan harga perak dunia.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 300. Kini, harga perak Antam dibanderol Rp 50.600 dari periode sebelumnya Rp 50.300.

Sementara itu, berdasarkan data tradingeconomics.com, harga perak Antam bertambah 1,93% menjadi USD 80,48 pada Kamis, 16 April 2026.

Harga perak menguat menuju level tertinggi dalam satu bulan seiring investor menilai prospek negosiasi ulang dan potensi kesepakatan perdamaian jangka panjang antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat membantu meredakan tekanan inflasi.

Laporan menunjukkan Washington dan Teheran sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang gencatan senjata dua minggu mereka untuk memberikan lebih banyak waktu untuk pembicaraan, meskipun Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif di bawah blokade ganda.

Perhatian sekarang beralih ke kemungkinan putaran kedua diskusi AS-Iran, yang diperkirakan akan fokus pada pembukaan kembali selat dan program pengayaan nuklir Iran. Logam mulia telah mendapatkan dukungan dalam beberapa pekan terakhir karena kemajuan diplomatik di Timur Tengah mengurangi kekhawatiran tentang inflasi dan kemungkinan pengetatan kebijakan bank sentral. Namun, harga perak tetap hampir 15% lebih rendah sejak konflik dimulai.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya,harga emas melemah pada perdagangan Rabu, 15 April 2026 (Kamis waktu Jakarta). Koreksi harga emas dunia terjadi setelah harga mencapai  level tertinggi dalam satu bulan karena investor menilai sinyal terbaru tentang situasi Amerika Serikat (AS)-Ira dan apa artinya bagi prospek suku bunga.

Mengutip CNBC, Kamis, (16/4/2026), harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi USD 4.796,56 per ounce pada awal perdagangan, setelah mencapai level tertinggi sejak 18 Maret. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 0,6% menjadi USD 4.820,50.

“Emas dan perak hanya mengalami aksi ambil untung ringan dan rutin setelah mencapai level tertinggi semalam,” ujar Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

“Harga emas telah menguat karena meningkatnya selera risiko dan mengalami penurunan selama periode penghindaran risiko dalam beberapa sesi terakhir, yang bertentangan dengan peran tradisional logam tersebut sebagai aset safe-haven. Para pedagang saat ini lebih fokus pada implikasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan tekanan inflasi,” ia menambahkan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang dapat segera dilanjutkan dan berakhir dengan kesepakatan, dan meminta dunia untuk memperhatikan “dua hari yang menakjubkan”.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Sementara pasukan AS yang memberlakukan blokade menghentikan kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran.

Harga minyak naik karena pengiriman melalui Selat Hormuz tetap terbatas. 45 hari setelah Garda Revolusi Iran menyatakan selat tersebut tertutup, transit melalui jalur air tersebut tetap tidak pasti meskipun ada gencatan senjata selama dua minggu.

Bank Sentral AS (Federal Reserve) mungkin perlu menunggu hingga 2027 untuk memangkas suku bunga jika kenaikan harga minyak yang berkepanjangan akibat perang Iran menunda kemajuan inflasi menuju target 2% bank sentral AS,” kata Presiden Federal Reserve Chicago, Austin Goolsbee, pada Selasa.

Saat ini pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS sebesar 31% tahun ini. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas dengan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia ini sebagai lindung nilai inflasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6