Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih belum seimbang. Tingkat literasi keuangan syariah oleh masyarakat jauh lebih tinggi dibandingkan inklusi keuangan syariah.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyadari fenomena tersebut. Banyak masyarakat yang sudah mulai paham terhadap sistem keuangan syariah. Hanya saja, akses terhadap produk-produk keuangan syariah masih terbatas.
"Kalau kita bertanya tentang produk lain, itu mereka belum tentu tahu tentang produk-produk tertentu. Tapi kalau kita bicara tentang syariah, mereka sudah paham," kata Friderica dalam Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026, Jakarta, Kamis (2/3/2026).
Advertisement
Dia mengatakan, mayoritas masyarakat sudah sampai tahap yakin untuk mengakses produk keuangan syariah. Namun, ketika ditanya mengenai penyedia dan produk yang ditawarkan, masyarakat cenderung menahan.
"Mereka yakin mau beli, tapi ketika ditanya produknya, enggak ngerti. Nama PUJK-nya, enggak semua ngerti," ujarnya.
Untuk itu, telah menjadi tugas OJK dan para pemangku kepentingan terkait untuk mengenalkan produk-produk keuangan syariah. "Jadi itu satu yang harus menjadi target kita bagaimana melakukan sosialisasi yang lebih lagi, karena ketika orang punya keyakinan, kenal produknya, kenal instasinya, institusinya, Insyaallah inklusi kita bisa meningkat," ujar dia.
Tingkat Inklusi dan Literasi Keuangan
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK, Dicky Kartikoyono menerangkan angka literasi keuangan syariah baru 43,4%. Sedangkan inklusi keuangan lebih rendah atau hanya 13,4%.
"Literasinya 43,4%. Kemudian inklusinya masih rendah. Artinya apa? Pemahaman umat Islam cukup baik tentang bagaimana ekonomi keuangan syariah,” kata dia di lokasi yang sama.
Hal ini berbeda dengan produk keuangan konevsional. Jumlah inklusi keuangan konvensional mencapai 79,71% sementara tingkat literasi keuangannya sebesar 66,46%.
“Karena semuanya bisa diakses melalui mobile phone. Gampang sekali pinjem tapi literasinya masih menjadi tantangan,” ungkap dia.
Industri Keuangan Syariah RI Tumbuh Stabil di Tengah Gejolak Geopolitik Global
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja keuangan syariah Indonesia dalam kondisi yang positif di tengah gejolak ekonomi global. Aset industri syariah nasional tembus Rp 3.100 triliun.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mencatat sektor jasa keuangan syariah positif saat ini. Total aset hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp 3.100 triliun.
"Di tingkat nasional, kinerja sektor jasa keuangan syariah juga mengalami pertumbuhan yang stabil, bahkan di tengah isu dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Di negara kita per Desember tahun 2025, total aset industri keuangan syariah meningkat 8,61% year on year, menjadi sebesar Rp 3.100 triliun," ungkap Friderica dalam Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026, di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Sebagai rinciannya, total di aset keuangan syariah Rp 1.067 triliun, pasar modal syariah Rp 1.800 triliun, dan industri keuangan non-bank sebesar Rp 188 triliun. Angka ini didorong stabilitas sektor jasa keuangan syariah yang tangguh.
Hal itu tercermin dari pertumbuhan pembiayaan sebesar 9,58% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 755 triliun. Kemudian, Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan syariah tumbuh 10,14%, kapitalisasi pasar di pasar modal mencapai Rp 8.900 triliun atau naik 31,4% year on year.
"AUM, nilai aset under management syariah juga terus meningkat, nilai juga aset asuransi syariah, dan piutang pembiayaan syariah yang terus bertumbuh," tandasnya.
Advertisement
Tertinggi Sepanjang Masa
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perbankan syariah mencapai Rp 1.028,18 triliun pada Oktober 2025. Aset perbankan syariah tumbuh 11,34% YoY dan merupakan nominal tertinggi (all time high) sepanjang berdirinya industri tersebut di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menuturkan, OJK secara konsisten terus mendukung pengembangan industri perbankan syariah yang berdaya asing, resilien dan berkontribusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kinerja perbankan syariah terus mencatatkan pencapaian yang membanggakan. Total aset perbankan syariah telah menembus Rp1.028,18 triliun pada Oktober 2025, atau tumbuh 11,34 persen yoy dan merupakan nominal tertinggi (all time high) sepanjang berdirinya industri tersebut di Indonesia,” ujar Dian, seperti dikutip dalam keterangan resmi, Jumat (12/12/2025).
Pembiayaan Tembus Rp 685 Triliun
Pencapaian positif ini juga ditunjukan dari sisi pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga. Penyaluran pembiayaan tercatat mencapai Rp 685,55 triliun atau tumbuh 7,78 persen yoy dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp820,79 triliun atau tumbuh 14,26 persen yoy.
Masing-masing pencapaian tersebut juga merupakan nominal tertinggi selama bank syariah beroperasi di Indonesia. Sejalan dengan ekspektasi membaiknya perekonomian nasional pada akhir 2025, diharapkan memberikan dampak positif bagi kinerja perbankan syariah hingga akhir tahun ini.
Penguatan Perbankan Syariah
Dian mengatakan, berbagai pencapaian tersebut menunjukkan arah kebijakan pengembangan perbankan syariah berada di jalur yang tepat.
"OJK terus memastikan implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027 akan terus dilakukan untuk mendukung industri perbankan syariah yang terakselerasi dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dian.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292184/original/051444300_1783587540-IMG-20260709-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304424/original/001872100_1784714454-Untitled_design__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303881/original/059826700_1784697557-cek_fakta_penipuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544663/original/056163100_1775112512-1000278881.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303881/original/059826700_1784697557-cek_fakta_penipuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4955210/original/084692100_1727494685-82edf2ca-5bb6-416f-821b-6a8cf9dcabef.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292471/original/054670300_1783597457-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi-9_Juli_2026h.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5116934/original/098860400_1738379951-1738376232434_tujuan-bpr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298047/original/093138700_1784116646-WhatsApp_Image_2026-07-15_at_5.41.04_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297765/original/058909300_1784106057-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi-15_Juli_2026b.jpg)