Rupiah Perkasa terhadap Dolar AS Hari Ini 26 Maret 2026, Sentuh Level Segini

Analis prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis, (26/3/2026) didorong sentimen global.

Diterbitkan 26 Maret 2026, 10:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah melesat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, (26/3/2026). Namun, analis prediksi rupiah melemah terhadap kurs dolar AS seiring harapan terhadap perdamaian di Timur Tengah memudar.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 22 poin atau 0,13% menjadi 16.889 per dolar AS dari penutupan sebelumnya 16.911.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh skeptisisme akan perdamaian di Timur Tengah  Harga minyak yang kembali naik juga membebani,” kata dia dikutip dari Antara.

Mengutip Anadolu, Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah pihaknya sedang berunding dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu" untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial.

Ghalibaf menuturkan, rakyat Iran menuntut hukuman yang "penuh dan menimbulkan penyesalan" bagi para agresor, sementara semua pejabat berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.

Adapun sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan. Hal tersebut, lanjut Tump, adalah karena dialog dengan Tehran selama dua hari belakangan berlangsung "sangat baik dan produktif".

Di sisi lain, harga West Texas Intermediate/minyak mentah yang diproduksi di Texas, AS, telah mencapai USD 91 per barel dan Brent kembali di atas USD 100 per barel.

Di tengah kenaikan harga minyak, pemerintah disebut sudah menyediakan rencana untuk mengantisipasi krisis energi.

"Pemerintah telah menyampaikan apabila defisit akan tetap di bawah 3 persen dengan mengurangi anggaran untuk MBG (makan bergizi gratis)," kata Lukman.

Penutupan Rupiah pada 25 Maret 2026

Sebelumnya, nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi 16.911 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan di pasar spot pada Rabu sore,(25/3/2026). Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia bergerak menguat ke level 16.905 per dolar AS dari sebelumnya 16.982 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data RTI, kurs dolar AS lesu terhadap rupiah di kisaran 16.872.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menuturkan, kurs rupiah memperoleh sentimen positif dari ekspektasi negosiasi gencatan senjata dari AS dalam perang menghadapi Iran.

“Laporan intensi dari pihak AS untuk melakukan gencatan senjata selama 5 hari, serta adanya proposal terkait 15 poin utama untuk penyelesaian perang Iran,” ujar dia dikutip dari Antara.

Mengutip Anadolu, ada harapan de-eskalasi perang Iran menghadapi agresi AS dan Zionis Israel seiring laporan bahwa AS telah memberikan Iran rencana yang dapat mengakhiri konflik tersebut.

 

 

Sentimen Rupiah Lainnya

Anadolu melaporkan, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan. Hal tersebut, Trump menambahkan, adalah karena dialog dengan Iran selama dua hari belakangan berlangsung "sangat baik dan produktif”.

Namun, Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah pihaknya sedang berunding dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu" untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial.

Ghalibaf menuturkan, rakyat Iran menuntut hukuman yang "penuh dan menimbulkan penyesalan" bagi para agresor, sementara semua pejabat berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.

Menurut Josua, potensi negosiasi yang dilontarkan Trump ini merefleksikan potensi penurunan eskalasi konflik di Timur Tengah sehingga sentimen risk-on kembali ke pasar keuangan global.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6