Arus Balik Pesawat Diramal Masih Terjadi hingga 29 Maret 2026

Garuda Indonesia Group prediksi tren arus balik Lebaran 2026 masih terjadi hingga 29 Maret. Total 1,1 juta penumpang bakal memadati bandara.

Diterbitkan 25 Maret 2026, 17:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Meski puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriyah telah terlewati pada Selasa (24/3), pergerakan penumpang transportasi udara diprediksi belum akan melandai dalam waktu dekat. Garuda Indonesia Group memproyeksikan tren arus balik pesawat masih akan terus terjadi hingga 29 Maret 2026 mendatang.

Sepanjang periode arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, maskapai pelat merah tersebut memperkirakan total pergerakan penumpang akan menembus angka 1,1 juta orang. Tingginya minat masyarakat untuk kembali ke perantauan setelah libur panjang menjadi pendorong utama bertahannya tren ini hingga akhir pekan depan.

"Tingginya trafik ini didorong oleh arus balik menuju kota-kota utama seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Jakarta sendiri menjadi destinasi kedatangan tertinggi," ungkap Corporate Communications Division Head PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Dicky Irchamsyah, Rabu (25/3/2026).

Sebagai gambaran, pada puncak arus balik yang jatuh pada Selasa (24/3/2026), Garuda Indonesia Group mencatatkan performa gemilang dengan mengangkut total 80.201 penumpang dalam satu hari. Jumlah tersebut terdiri dari 34.661 penumpang Garuda Indonesia dan 45.540 penumpang Citilink.

Untuk melayani lonjakan tersebut, grup maskapai ini mengoperasikan 489 penerbangan, termasuk 32 penerbangan tambahan (extra flight). Rute-rute menuju Jakarta dari Denpasar, Surabaya, Medan, Semarang, Batam, hingga Singapura menjadi jalur yang paling padat peminat.

 

Menjaga Ketepatan Waktu

Di tengah kepadatan jadwal hingga 29 Maret nanti, Garuda Indonesia berkomitmen menjaga kualitas layanan. Terbukti, pada periode puncak kemarin, maskapai ini mencatatkan On-Time Performance (OTP) first departure sebesar 98,92%.

"Pencapaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional, khususnya pada periode peak season dengan tekanan trafik yang tinggi," pungkas Dicky.

Bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan balik dalam beberapa hari ke depan, disarankan untuk tetap memantau jadwal penerbangan secara berkala mengingat trafik yang diprediksi masih akan sangat padat hingga penutupan periode arus balik di akhir Maret.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6