Menteri Ara: Tidak Ada Monopoli di Ekosistem Perumahan

Kementerian PKP bersama BP Tapera meyakinkan para pihak swasta bahwa ekosistem perumahan nasional tidak ada monopoli.

Diterbitkan 11 Maret 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meyakinkan para pihak swasta bahwa ekosistem perumahan nasional tidak ada monopoli

Dia mengatakan, terlihat kini dengan para pengembang memiliki pilihan terhadap perbankan, pun demikian dengan bank memiliki pilihan terhadap pengembang. Tak ayal, konsumen juga memiliki pilihan terhadap pengembang maupun perbankan untuk membantu memiliki rumah impian 

“Ekosistem perumahan saat ini sehat karena tidak ada monopoli,” ujar Ara dalam kegiatan silaturahmi, di Auditorium Kementerian PU, dikutip Rabu (11/3/2026).

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan perumahan nasional, baik dari sektor pemerintah, perbankan, pengembang, maupun sektor swasta melalui program CSR.

“Dukungan dari sektor swasta menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap upaya negara dalam menyediakan hunian bagi masyarakat semakin kuat,” ujar Ara.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kementerian PKP yang telah bekerja keras sehingga berbagai terobosan di sektor perumahan dapat terus berjalan.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari groundbreaking pembangunan rumah susun di kawasan Meikarta hingga pemanfaatan lahan milik negara untuk pembangunan hunian bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perumahan guna memperkuat kebijakan serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di sektor perumahan.

 

Momentum Penting

Perwakilan pengembang, Angga Budi Kusuma, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan di antara seluruh pelaku sektor perumahan.

“Walaupun tahun 2025 penuh dinamika, kami melihat kinerja Kementerian PKP dan BP Tapera sangat aktif. Kami optimistis dengan kepemimpinan Menteri PKP, sektor perumahan pada tahun 2026 akan bergerak lebih baik,” ujarnya dalam kesempatan serupa.

CEO Lippo Group, James Riady, juga menilai sektor perumahan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, sektor ini dapat berkontribusi sekitar 1,5 hingga 2% terhadap pertumbuhan ekonomi serta memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat

“Perumahan rakyat dapat membantu memutus rantai kemiskinan. Banyak masyarakat yang selama ini tinggal jauh dari tempat kerja dengan fasilitas umum yang terbatas. Saya juga melihat ekosistem perumahan saat ini sangat aktif dan solid,” ujarnya. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6