Konsumsi BBM dan Avtur Naik, Kilang Pertamina Tetap Beroperasi di Libur Panjang Lebaran

Pertamina Patra Niaga pastikan seluruh kilang tetap beroperasi penuh selama libur Lebaran 2026. Satgas disiagakan mengawal produksi BBM, LPG, hingga avtur.

Diterbitkan 09 Maret 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kilang Pertamina yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dipastikan tetap akan beroperasi sepanjang libur panjang lebaran 2026. Demi bersiaga terhadap lonjakan permintaan BBM jenis gasoline dan gasoil, hingga bahan bakar pesawat alias avtur.

Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun memprediksi, dua produk utama BBM yang akan mengalami peningkatan yakni gasoline semisal Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92) serta avtur. ,

"Semua unit kilang yang dikelola oleh PPN dipastikan akan tetap beroperasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kilang akan melakukan pengawalan ketat untuk memastikan produksi LPG dan 3 BBM utama yang diperlukan masyarakat yaitu gasoline, gasoil dan avtur tercapai," ujarnya, Senin (9/3/2026).

Roberth menjelaskan, kilang Pertamina bertugas untuk mengolah minyak mentah menjadi produk BBM dan non BBM. Mata rantai ini berperan penting sebagai penjaga stok LPG dan BBM di Indonesia.

"Tugas kilang adalah dapat beroperasi dan memproduksi produk BBM dan Non BBM sesuai dengan yang telah direncanakan. KPI memiliki 6 kilang dan setiap kilang membentuk satgas yang bertugas untuk mengawal produksi sesuai dengan yang direncanakan untuk masing-masing kilang," paparnya.

Untuk menghadapi masa Ramadan & Idul Fitri 2026, kilang akan tetap melakukan berbagai persiapan. Selain memastikan penerapan aspek Health Safety Security & Environment (HSSE) oleh Satuan Tugas (Satgas) Ramadan & Idul Fitri 2026 yang dibentuk oleh Pertamina Patra Niaga.

 

Langkah Persiapan

Persiapan dimulai dari memastikan ketersediaan bahan baku minyak mentah, pengaturan sumber daya manusia yang akan tetap mengoperasikan kilang, material-material fast moving, koordinasi dengan para pemangku kepentingan lainnya, serta memastikan produk BBM dan non BBM yang dihasilkan dari kilang dapat diterima di titik serah.

"Untuk memastikan hal tersebut, kilang telah didukung dengan sistem pelaporan yang real-time. Tim Satgas terus memantau keandalan masing-masing kilang, disertai dengan pelaksanaan langkah mitigasi yang cepat, terukur dan terdokumentasi," ungkapnya.

"Dari pemerintah yang diwakili oleh BPH Migas juga melakukan pemantauan dengan melakukan kunjungan diantaranya Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai," kata Roberth.

 

Produksi 330 Juta Barel di 2025

Untuk diketahui, total bahan baku yang diolah kilang sepanjang 2025 mencapai lebih dari 330 juta barel. Bahan baku ini terdiri dari minyak mentah, produk intermedia (Naphta dan HOMC) serta gas.

"Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni sekitar 315 juta barel atau diatas target sekitar 5,8 persen," jelas Roberth.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6