Ruas Tol Cipularang - Padaleunyi Diperbaiki Selama Sepekan

Jasa Marga meminta maaf atas ketidaknyamanan karena pemeliharaan dan perbaikan Ruas Tol Cipularang-Padaleunyi selama sepekan.

Diterbitkan 23 Februari 2026, 15:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemeliharaan dan perbaikan jalan dilakukan di Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi selama sepekan ke depan. Hal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan jalan tol dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pengerjaan pemeliharaan dan perbaikan jalan itu dilakukan oleh Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division melalui Representative Office 3 bekerja sama dengan PT Jasamarga Tollroad Maintenance.

Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Agni Mayvinna menuturkan, untuk jenis pekerjaan pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi berupa rekonstruksi perkerasan yang pengerjaannya dilaksanakan mulai  Senin-Jumat, 27 Februari 2026.

"Pemeliharaan Ruas Jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga,” kata dia dikutip dari Antara, Senin, (23/2/2026).

Di ruas Tol Cipularang arah Jakarta dilakukan pekerjaan rekonstruksi rigid di bahu luar dan Lajur 1, KM 67+991 sampai KM 67+660 sebanyak tujuh titik pekerjaan. Selanjutnya di ruas Tol Padaleunyi arah Bandung dilakukan pekerjaan rekonstruksi rigid di Bahu Luar On Ramp Gerbang Tol Pasir Koja.

Agni menuturkan, lajur yang menjadi objek pekerjaan untuk sementara tidak dapat dilintasi selama pekerjaan berlangsung. Namun, lajur lainnya dapat digunakan sebagai lajur lalu lintas.

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pekerjaan tersebut. Dan mengimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

76 Juta Orang Bakal Mudik Pakai Kendaraan Pribadi, Jalan Tol Macet Lagi?

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik lebaran 2026, 76,25 juta diantaranya akan menggunakan kendaraan pribadi. Banyaknya jumlah ini disinyalir akan membebani jalan tol, terutama di wilayah Trans Jawa.

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan jalan tol akan semakin terbebani dengan puluhan juga kendaraan di masa Mudik Lebaran 2026 nanti. Alhasil, titik-titik kemacetan diperkirakan akan ditemui meski di jalan bebas hambatan.

"Pemudik yang menggunakan mobil untuk bepergian pada libur Lebaran memilih melewati Jalan Tol 50,63 juta orang (66,40 persen), kemacetan parah sulit dihindari. Solusi kuncinya bukan lagi sekadar menambah tol, melainkan membenahi jalan arteri agar pemudik punya pilihan jalur alternatif yang setara, baik dari segi keamanan maupun kenyamanan," kata Djoko dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).

Dia menjelaskan, sejak 2019, jalan Tol Trans Jawa memang menjadi pilihan tercepat pemudik. Seiring waktu, diperlukan pengaturan lebih matang untuk menghindari penumpukan di berbagai titik.

"Popularitas ini harus dibarengi pengelolaan matang guna mencegah penumpukan ekstrem di titik-titik kritis," kata dia.

"Jalan tol maupun arteri di Jawa tidak dirancang untuk lonjakan volume ekstrem saat Lebaran. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas yang matang menjadi kunci utama," sambung dia.

 

Jamin Keselamatan Pemudik

Djoko mewanti-wanti aspek keselamatan pemudik menjadi kunci utama dalam masa Lebaran 2026 nanti. Mengingat lagi lonjakan kendaraan yang membuat jalan tol macet.

Masyarakat memilih jalan tol demi kenyamanan dan keamanan, meski risiko macet tetap tinggi saat mudik. Sebaliknya, jalur alternatif menuntut kewaspadaan ekstra akibat padatnya sepeda motor serta minimnya rambu dan penerangan jalan," ujarnya.

"Jika terjadi kerusakan kendaraan berhenti di jalur kiri dan segera menghubungi pusat pelayanan petugas untuk meminta bantuan. Pastikan kendaraan dlaam kondisi prima dengan BBM terisi penuh atau keterisian baterai mencukupi," imbuh Djoko.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6