Top 3: Pemulihan Pasca Bencana Aceh dan Sumatera Butuh Rp 70 Triliun

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Kamis, (19/2/2026), salah satunya anggaran pemulihan di Aceh dan Sumatera.

Diterbitkan 19 Februari 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kebutuhan anggaran untuk pemulihan pascabencana di Aceh dan wilayah Sumatera mencapai puluhan triliun rupiah. Salah satu usulan berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang diperkirakan sekitar Rp 70 triliun.

Dalam rapat bersama DPR, Purbaya menjelaskan kebutuhan tersebut dirancang dalam skema multiyears. 

“Tahun pertama tahun ini Rp 28 triliun, tahun depan juga Rp 28 triliun, tahun berikutnya ada Rp 16 triliun. Itu juga digabung dengan usulan macam-macam itu ada dukungan ketahanan bencana, biaya operasional, tim pelaksanaan satgas, rehab dan lain-lain Rehab, lahan dan irigasi, bantuan benih, bantuan pakan dan ternak Itu sudah masuk ke kami itu sekitar Rp 43 triliun atau lebih kurang sedikit ya,” ujar Purbaya dalam rapat bersama DPR, Rabu, 18 Februari 2026.

Menurut Purbaya, seluruh usulan tersebut diproses melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk digabungkan agar tidak terjadi tumpang tindih. Setelah disetujui, anggaran akan diteruskan ke Satgas Bencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri sebelum diajukan ke Kementerian Keuangan untuk disalurkan.

Artikel Pemulihan Pasca Bencana Aceh dan Sumatera Butuh Rp 70 Triliun menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Rabu pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Kamis, (19/2/2026):

1. Pemulihan Pasca Bencana Aceh dan Sumatera Butuh Rp 70 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kebutuhan anggaran untuk penanganan pasca bencana di Aceh dan wilayah Sumatera mencapai puluhan triliun rupiah. Salah satu usulan berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang diperkirakan sekitar Rp 70 triliun.

Dalam rapat bersama DPR, Purbaya menjelaskan kebutuhan tersebut dirancang dalam skema multiyears. 

“Tahun pertama tahun ini Rp 28 triliun, tahun depan juga Rp 28 triliun, tahun berikutnya ada Rp 16 triliun. Itu juga digabung dengan usulan macam-macam itu ada dukungan ketahanan bencana, biaya operasional, tim pelaksanaan satgas, rehab dan lain-lain Rehab, lahan dan irigasi, bantuan benih, bantuan pakan dan ternak Itu sudah masuk ke kami itu sekitar Rp 43 triliun atau lebih kurang sedikit ya,” ujar Purbaya dalam rapat bersama DPR, Rabu, 18 Februari 2026.

Menurut Purbaya, seluruh usulan tersebut diproses melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk digabungkan agar tidak terjadi tumpang tindih. Setelah disetujui, anggaran akan diteruskan ke Satgas Bencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri sebelum diajukan ke Kementerian Keuangan untuk disalurkan.

Berita selengkapnya baca di sini

2. THR ASN Dipastikan Mulai Dikucurkan Minggu Pertama Ramadan 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) menyampaikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri dijadwalkan mulai pada pekan pertama Ramadan. Apabila awal puasa jatuh pada 19 Februari 2026, pencairan THR diperkirakan mulai 26 Februari 2026.

"Minggu pertama puasa," ujarnya kepada wartawan di DPR RI, Rabu (18/2/2026).

Meskipun begitu, Purbaya belum menyampaikan tanggal pasti pencairan.

Sebelumnya, Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit TNI hingga anggota Polri mencapai Rp 55 triliun. THR PNS itu ditargetkan dapat disalurkan pada awal Ramadan.

Adapun proyeksi belanja pemerintah pada kuartal I 2026 tembus Rp 809 triliun. Belanja pemerintah untuk anggaran THR bagi ASN, TNI, dan Polri termasuk diantaranya.

Secara rinci, pemerintah juga menyiapkan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 62 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera Rp 6 triliun, serta paket stimulus Rp 13 triliun.

Purbaya menuturkan, belanja pemerintah pada kuartal I 2026, dijalankan secara tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada 2025 diperkirakan terus berlanjut hingga 2026.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Harga Emas dan Harga Perak Kompak Anjlok Hari Ini 18 Februari 2026

 Harga perak dan harga emas turun pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena investor menunggu data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tertunda, dengan sedikit berita geopolitik selama pekan yang dipersingkat karena liburan.

Dikutip dari CNBC, Rabu (18/2/2026), harga perak turun 4,6% menjadi USD 73,07 per ons, sementara harga perak berjangka turun 6% menjadi USD 73,05 per ons.

Sementara itu, harga emas di pasar spot turun lebih dari 2% menjadi USD 4.865,41 per ons, dan harga emas berjangka turun 3% menjadi USD 4.889,30 per ons.

Pertambangan Hecla, yang memiliki salah satu tambang perak terbesar di dunia, Tambang Green Creek di Alaska, turun 5,8%. First Majestic Silver turun 6%, Coeur MiningTeck Resources juga mengalami penurunan 3,8%,dan Silvercorp Metals masing-masing turun sebesar 2,5% dan 5,6%, sedangkan Wheaton Precious Metals turun 3,4%.

Terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, analis Deutsche Bank mengatakan bahwa perak diperdagangkan USD 7 di bawah harga riil yang disesuaikan pada tahun 1790, setelah harga turun pada pagi hari.

ETF perak, termasuk ProShares Ultra Silver, turun 10,8%. Sementara iShares Silver Trust turun sedikit lebih dari 5%. 

Berita selengkapnya baca di sini

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6