Liputan6.com, Jakarta - Pada tahun anggaran 2026, kegiatan Padat Karya Tunai di Provinsi Aceh akan menyerap tenaga kerja sebanyak 20.394 jiwa dengan rincian untuk Sumber Daya Air (18.345 jiwa), Bina Marga (451 jiwa) dan Cipta Karya (1.598 jiwa)
Advertisement
“Saat ini, kegiatan Padat Karya Tunai yang sedang berjalan untuk kegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan di Aceh Tamiang,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wida Nurfaida, Rabu (11/2/2026).
Wida menuturkan, pembukaan penerima padat karya Tunai telah dibuka sejak 4 Februari 2026 untuk kegiatan Padat Karya Tunai Penanganan Infrastruktur Cipta Karya Pascabencana Sumatera dengan lokasi pendaftaran di Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Aceh Selatan.
“Persyaratan pendaftaran antara lain mengutamakan warga setempat, pria, sehat jasmani dan rohani serta menyertakan KTP/KK atau Surat Keterangan Domisili dari Pak Keuchik/Reje/Datuk,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai di Aceh yang melibatkan sekitar 20an Ribu warga setempat sekitar lokasi kegiatan pembersihan dan pemulihan wilayah daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh.
"Melalui kegiatan Padat Karya Tunai ini yang dibayar per hari, warga terdampak bencana banjir dan longsor mendapat penghasilan dan lingkungannya menjadi bersih, jadi solusi ganda, percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat", kata Safrizal, Rabu (11/2/2026).
Safrizal menambahkan kegiatan Padat Karya Tunai berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum yang mengatur .dari aspek administrasi hingga teknik. Disebutkan kegiatan Padat Karya Tunai bukan hal baru di Aceh. Pada tsunami 2004 juga digelar kegiatan seperti ini dengan nama cash for work yang melibatkan korban gempa bumi dan tsunami untuk membersihkan lumpur tsunami dan sebagainya.
"Alhamdulillah kegiatan Padat Karya Tunai ini diadakan di belasan wilayah terdampak banjir dan longsor. Bekerjalah secara serius sehingga ada dampak hasilnya" ajak Safrizal.
Luncurkan Program Paket Ekonomi 2025, Pemerintah Pastikan Jutaan Lapangan Kerja Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498569/original/023255200_1770711436-publikasi_1770702465_698ac681cd858.jpeg)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyediakan lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat.
Airlangga menuturkan lima program paket ekonomi yang baru diluncurkan pemerintah memiliki dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Program pertama yakni, koperasi desa merah putih yang ditargetkan menyerap 1.000.000 orang hingga Desember 2025.
"Yang pertama tentu koperasi desa merah putih itu ada 80 ribu, karyawan baru diperkirakan bisa menyerap 681 ribu dan targetnya sampai sejuta orang di bulan Desember," kata Airlangga saat konferensi pers pengumuman paket ekonomi tahun 2025 di Kantor Presiden Jakarta, Senin (15/9/2025).
Advertisement
Program Kampung Nelayan Merah Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
Selain itu, program kampung nelayan merah putih dengan target membangun 100 desa nelayan pada tahun 2025. Melalui program ini, penyerapan tenaga kerja diharapkan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kampung nelayan.
"Tahun ini targetnya 100 desa, diharapkan bisa menyerap 8.645 tenaga kerja. Jangka panjang 4.000 titik bisa menciptakan 200 ribu lapangan kerja," ujarnya.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada sektor kelautan dengan revitalisasi tambak di kawasan pantura di area seluas 200 hektare dan diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja hingga 168 ribu pekerja. Di samping ketiga program tersebut, upaya modernisasi kapal nelayan turut menjadi bagian penting dalam agenda pembahasan.
"Ini ada 1.000 kapal nelayan. Ini diperkirakan bisa menciptakan 200.000 lapangan kerja baru. Dan juga ada kapal 30 GT, 150 GT dan unitnya untuk KN Koperasi Merah Putih, 30 GT 1.000 unit, 150 GT 200 unit, 200 GT 200 unit, 300 GT 170 unit, 600 GT 10 unit, 2.000 GT 2 unit untuk pelaku usaha _existing_ BUMN atau Jaladri," jelas Airlangga.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4318178/original/086072800_1675902174-d48eaa86-d305-4eaa-b864-8d3c38d1979a.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262763/original/038847400_1781846778-Pramono_Padat_Karya.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261955/original/080489900_1781763842-Padat_Karya.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6482158/original/048799000_1779341643-cek_fakta_-_padat_karya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261024/original/013118900_1781674562-Asisten.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488430/original/040517200_1769750465-IMG_0747.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499530/original/071874900_1770788646-1000230783.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498569/original/023255200_1770711436-publikasi_1770702465_698ac681cd858.jpeg)