Liputan6.com, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah berhasil mengunduh data alat perekam penerbangan atau flight recorder dari pesawat ATR.
Pelaksana Tugas (Plt.) Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Henry Poerborianto, mengatakan pengunduhan data menjadi langkah penting dalam proses penyelidikan.
“Saat ini kami sudah berhasil mengunduh flight recorder yang terpasang di dalam pesawat ATR yang mengalami kecelakaan,” ujar Henry dalam konferensi pers, di KNKT, Rabu (28/1/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan, dari proses tersebut KNKT telah berhasil memulihkan data flight data recorder (FDR) yang merekam parameter penerbangan pesawat. Data yang diperoleh mencakup sekitar 171 jam pengoperasian pesawat dengan lebih dari 180 parameter penerbangan yang terekam.
“Data FDR sudah berhasil kami recover dan berisi 171 jam pengoperasian pesawat udara, dengan data yang terdiri dari lebih dari 180 parameter,” jelasnya.
Selain itu, KNKT juga berhasil mengunduh data cockpit voice recorder (CVR) yang merekam percakapan di dalam kokpit. Menurut Henry, CVR tersebut berisi rekaman suara selama dua jam terakhir sebelum kejadian.
“Untuk cockpit voice recorder, isinya dua jam audio atau dua jam percakapan di dalam kokpit,” katanya.
Henry menambahkan, penerbangan yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan rute Yogyakarta menuju Makassar. Seluruh fase penerbangan pada rute tersebut terekam dalam alat perekam penerbangan yang terpasang di pesawat ATR.
Meski demikian, Henry menegaskan bahwa proses investigasi masih terus berjalan. Seluruh data yang berhasil diunduh saat ini masih berada dalam tahap verifikasi dan analisis oleh tim investigasi KNKT.
“Sampai saat ini kami masih dalam proses investigasi. Data yang sudah kami unduh masih kami verifikasi dan analisis, sehingga kami belum dapat menyampaikan hasil atau kesimpulan dari isi alat perekam penerbangan tersebut,” pungkasnya.
Ini Hasil Inspeksi Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros Usai Hilang Kontak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478686/original/060372200_1768911268-133908.jpg)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak, lalu ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam kondisi laik terbang.
"Berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa, Senin (19/1/2026).
Dia menyampaikan hal tersebut didukung oleh pelaksanaan pemeriksaan dan inspeksi meliputi ramp check terakhir dilaksanakan pada 19 November 2025 di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado.
Kemudian inspeksi perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan (Certificate of Airworthiness/C of A) dilaksanakan pada 3 September 2025.
Selanjutnya inspeksi terakhir oleh operator Indonesia Air Transport (IAT) dilaksanakan sesuai dengan program perawatan Calendar Month 4.5 MO pada total waktu terbang 24.959,62 flight hours, pada tanggal 25 Desember 2025.
"Data tersebut menunjukkan pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Lukman.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam operasi pencarian yang dilakukan Basarnas pada Minggu (18/1) pagi.
Advertisement
Laporan Temuan Serpihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476881/original/006249900_1768801693-122427.jpg)
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (18/1) mengatakan bahwa badan pesawat ditemukan oleh tim SAR darat setelah sebelumnya menerima laporan temuan serpihan dari tim yang melakukan penyisiran lokasi menggunakan pesawat.
Menurut Edy, Kantor SAR Makassar melaporkan indikasi awal keberadaan pesawat terdeteksi sekitar pukul 07.17 Wita ketika pesawat patroli udara melaporkan serpihan berwarna putih di sekitar kawasan Bukit Bulusaraung, yang kemudian dikonfirmasi kembali oleh helikopter SAR.
Pada pukul 08.02 Wita, tim darat menemukan serpihan besar pesawat di sisi utara puncak bukit, dan sekitar pukul 08.09 Wita badan pesawat berhasil ditemukan untuk selanjutnya dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Edy menambahkan proses evakuasi masih mempertimbangkan faktor cuaca, khususnya kecepatan angin yang cukup tinggi dan berkabut sementara helikopter berupaya mencari titik aman untuk menurunkan tim SAR di lokasi terdekat dari posisi badan pesawat.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3922241/original/ACg8ocLiduGnZHRBjjMjUWh6q-RwE-SYgH4nCoP-IUfORduHSVi_-g%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482642/original/059638000_1769235597-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/6584233/original/083972500_1779425623-260521-knkt-ungkap-temuan-fakta-data-kondisi-taksi-green-sm-sebelum-ditabrak-krl-di-bekasi-36832c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568170/original/054622600_1777350836-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567734/original/013791000_1777330643-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6498063/original/077500000_1779354750-WhatsApp_Image_2026-05-21_at_16.10.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567748/original/005157000_1777332661-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579717/original/030932800_1778065106-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_16.20.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568156/original/024273700_1777350656-3.jpg)