Saat Bos PLN Tahan Air Mata Usai Berminggu-minggu Pulihkan Kelistrikan Imbas Bencana Sumatera

Di depan DPR, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menceritakan, pihaknya merasakan manusia sangat kecil melawan kekuatan dan Tuhan yang Maha Kuasa dan alam saat pulihan kelistrikan di Aceh.

Diterbitkan 21 Januari 2026, 16:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Raut sedih dan haru nampak terlihat dari wajah Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo saat melaporkan pemulihan jaringan kelistrikan di Aceh setelah bencana banjir bandang Sumatera. Lantaran, kerusakan yang ditimbulkan menjadi tantangan berat dalam proses pemulihannya.

Matanya nampak berair. Darmawan terlihat menahan air matanya jatuh ketika memberikan keterangan pascamenayangkan sebuah video pemulihan jaringan listrik di Aceh dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR.

"Jadi, kami ada di lapangan selama berminggu-minggu dan pertama kali kami merasakan bahwa kami adalah manusia yang sangat kecil melawan kekuatan dan Tuhan Yang Maha Kuasa dan alam," ungkap Darmawan dalam rapat tersebut, dengan mata sedikit berair, Rabu (21/1/2026).

Dia memulai penjelasannya soal perjuangan petugas PLN yang memulihkan jaringan listrik, termasuk tower transmisi utama. Dalam catatannya, ada 24 tower yang rusak, 19 tower roboh, 66 tower transmisi teedampak, hingga 47 tower yang mengalami deformasi.

Dia juga menyampaikan, tak bisa melakukan perbaikan sendirian. Petugas PLN lebih banyak dibantu oleh aparat TNI/Polri, hingga masyarakat lokal.

"Tim kami memberikan yang terbaik, di luar batas kemampuan kemanusiaan dan kami mengakui bahwa ini adalah perubahan besar bagaimana kami menyikapi keandalan dari sistem kelistrikan," ucapnya dengan suara sedikit bergetar.

Evaluasi

Pascabencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu Darmawan mengambil evaluasi besar-besaran. Dia menyadari perlunya perencanaan matang dalam menangani daerah bencana.

"Setelah adanya bencana ini kami berkumpul direksi, GM, EVP, kami tidak bisa lagi tidak punya planing of contingency seperti kemarin. Saat ini kami men-tracking di mana adanya siklon huricane, arahnya kemana?," ujarnya.

"Apabila arahnya menuju Jawa Barat, seluruh sistem kami siapkan, tower emergency kami siapkan, worst case scenarionya apabila ada 15 tower yang roboh kami sudah siap, kami sudah siapkan helikopter-herlikopter yang apabila perlu digunakan dengan cepat kami akan deploy secara cepat," Darmawan menambahkan.

 

Antisipasi Wilayah Bencana

Masih konteks evaluasi, dia langsung mengarahkan setiap general manager (GM) PLN di seluruh Indonesia untuk segera bersiap. Utamanya dalam mengantisipasi adanya bencana yang perlu penanganan cepat.

"Kami berkomunikasi dengan GM GM seantero Indonesia apabila terjadi episentrum bencana baru semua siap di-deploy hanya dalam hitungan jam, baik orangnya maupun peralatannya," katanya.

"Ini adalah kondisi di mana kekuatan alam hanya bisa disikapi dengan perencanaan yang jauh lebih matang," tambah Darmawan Prasodjo.

 

 

 

Gratiskan Biaya Listrik

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengratiskan biaya token listrik penghuni Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh Danantara. Penghuni di 600 unit Huntara dibebaskan dari biaya listrik selama 6 bulan.

Langkah tersebut diambil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana, khususnya di wilayah Aceh Tamiang, Aceh.

"Selama 6 bulan listrik di huntara kami gratiskan dan juga pemasangan instalasi listrik dan kWh meternya juga menjadi bagian dari tanggungjawabnya PLN," ungkap Darmawan saat Rapat Dengar Pandapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (21/1/2026).

PLN juga memberikan dukungan berupa paket pemasangan baru (multiguna) secara gratis. Lalu, ada penerangan jalan umum (PJU) dan fasilitas umum di kawasan Hunian Danantara.

"Kami juga menyediakan penerangan jalan umum PJU dan fasilitas umum kemudian paket pasang baru multiguna yang gratis dan token gratis selama enam bulan," ujarnya.

Hunian Danantara dibangun sebanyak 600 unit oleh BUMN Karya di berbagai titik. Hutama Karya, PTPP, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, hingga Brantas Abipraya turut terlibat dalam membangun hunian tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6