Liputan6.com, Jakarta - Pada libur Isra Miraj hari ini Jumat 16 Januari 2026, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan komoditas cabai rawit merah Rp57.150 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp36.000 per kg.
Dikutip dari Antara, Jumat (16/1/2026), berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, Jumat pukul 09.40 WIB selain cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah Rp54.600 per kg, lalu bawang putih di harga Rp45.050 per kg.
Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp15.500 per kg, beras kualitas bawah II Rp15.200 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp17.050 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp16.550 per kg.
Advertisement
Lalu, beras kualitas super I di harga Rp18.100 per kg, dan beras kualitas super II Rp17.600 per kg.
Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp44.650 per kg, cabai merah keriting Rp41.350 per kg, dan cabai rawit hijau Rp36.250 per kg.
Kemudian, daging ayam ras di harga Rp41.900 per kg, daging sapi kualitas I Rp137.900 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp128.150 per kg.
Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp23.200 per kg, gula pasir lokal Rp19.950 per kg.
Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp20.700 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp24.300 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp22.250 per liter.
Bulog Diguyur Rp 39 Triliun Buat Serap 4 Juta Ton Beras dan Jagung di 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457383/original/052410300_1766999052-7.jpg)
Sebelumnya, Perum Bulog dapat tugas untuk menyerap 4 juta ton beras produksi lokal sepanjang 2026 ini. Untuk itu, ada pembiayaan senilai Rp 39,1 triliun untuk menjalankan mandat itu.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menetapkan serapan gabah kering panen (GKP) itu bisa dicapai tahun ini. Apalagi, ada proyeksi peningkatan produksi di masa panen.
“Target serapan gabah dan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton merupakan target Bulog yang kita dukung bersama. Insya Allah, dengan kerja sama yang solid, target ini dapat tercapai dan akan menjadi catatan sejarah baru bagi ketahanan pangan Indonesia,” kata Amran, mengutip keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini mencatat ada peningkatan luas tanam padi pada periode Oktober hingga Desember 2025 sebesar 500 ribu hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, produksi gabah nasional diproyeksikan meningkat sepanjang tidak terdapat gangguan signifikan seperti bencana alam.
“Dengan peningkatan luas tanam dan sinergi yang kuat, kami optimistis produksi tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton. Capaian ini mengalami peningkatan signifikan sebesar 13,5 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang hanya sebesar 30,34 juta ton.
Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di akhir tahun 2025 tercatat 3,25 juta ton setelah sebelumnya sempat mencapai angka 4,2 juta ton pada Juli 2025. Hal ini menjadi pencapaian tertinggi sejak penugasan Perum Bulog tahun 1969.
Advertisement
Dapat Pendanaan Rp 39,1 Triliun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751148/original/052868000_1708677046-IMG_20230911_101258.jpg)
Terpisah, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengakui mandat yang diberikan untuk menyerap 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung. Bulog mendapat pendanaan Rp 39,1 triliun yang berasal dari pinjaman operator investasi pemerintah (OIP).
"Untuk pengadaan beras 4 juta ton dan 1 juta ton jagung Itu mendapat dukungan Rp 39,1 triliun dengan skema pinjaman OIP dengan bunga rendah," ucap dia di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta.
Dia bilang, pendanaan ini menjadi penting menopang mandat yang diemban Bulog. "Kami bersyukur dan ucapkan terima kasih sekali kepada Pak Presiden dan para Menteri dan Pak Menko apabila Bulog diberi pinjaman yang lunak sehingga tidak terlalu membebani operasional Bulog. Kalau menggunakan biaya bunga komersial yang di atas 7%. Ini agak berat untuk Bulog menghandling tersebut," tuturnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401510/original/090432000_1762179403-WhatsApp_Image_2025-11-03_at_21.02.57.jpeg)
