Larry Ellison Jual Rumah Mewah di San Francisco, Isu Pajak Miliarder Jadi Sorotan

Larry Ellison diam-diam menjual rumah mewahnya di San Francisco di tengah menguatnya wacana pajak kekayaan miliarder California. Segini nilai penjualannya.

Diterbitkan 09 Januari 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Oracle sekaligus salah satu orang terkaya di dunia, Larry Ellison, diam-diam menjual rumah mewah miliknya di kawasan elite Pacific Heights, San Francisco, dengan harga mencapai USD 45 juta atau Rp 756,42 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.810). Transaksi penjualan rumah yang dilakukan miliarder Ellison ini tercatat sebagai penjualan properti terbesar di San Francisco, Amerika Serikat (AS) sepanjang 2025.

Meski dilakukan secara tertutup atau off market, penjualan tersebut langsung menarik perhatian publik. Lantaran, waktu transaksi dinilai berdekatan dengan menguatnya wacana pajak kekayaan miliarder di California yang berpotensi membebani para orang superkaya. Demikian mengutip nypost.com, Jumat (9/1/2026).

Ellison diketahui telah lama memiliki properti yang beralamat di 2850 Broadway itu. Rumah seluas hampir 11.000 persegi tersebut memiliki lima kamar tidur dan enam kamar mandi, serta menawarkan pemandangan langsung ke Jembatan Golden Gate dan Teluk San Francisco.Bangunan bergaya modern tersebut dirancang oleh arsitek ternama William Wurster pada 1961. Pada era 1990an, Ellison menunjuk Lundberg Design untuk melakukan renovasi besar dengan konsep taman Buddha Jepang klasik.

"Inspirasi denah lantai rumah ini adalah perjalanan melalui tiga pengalaman ruang luar halaman masuk, taman interior, hingga pemandangan Teluk San Francisco," tulis Lundberg Design dalam keterangan proyeknya.

Bayang-Bayang Pajak Kekayaan

Penjualan properti ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik dari kelompok progresif dan serikat pekerja di California yang mendorong pajak kekayaan bagi miliarder, dengan tarif mencapai 5 persen dari total kekayaan bersih.

Jika kebijakan tersebut disahkan, Ellison memiliki kekayaan sekitar USD 192 miliar atau Rp 3.227 triliun berpotensi harus membayar pajak hingga USD 9,6 miliar atau Rp 161,37 triliun.

Penasihat pajak internasional untuk kalangan miliarder, David Lesperance, menilai langkah Ellison sangat strategis.

"Mempertahankan domisili di California tidak sebanding dengan risiko pajak miliaran dolar di masa depan,” ujar Lesperance.

Ia menyebut, pengurangan aset seperti properti hanya “kesalahan pembulatan” dibandingkan potensi beban pajak yang harus ditanggung.

 

Bukan Sekadar Jual Rumah

Langkah Ellison menjual rumah mewah di San Francisco memperkuat sinyal ia perlahan menjauh dari California, bukan hanya secara simbolik, tetapi juga administratif.Miliarder teknologi tersebut dilaporkan telah memindahkan domisili utamanya ke Pulau Lanai, Hawaii, sejak 2020.

Ellison menguasai sekitar 98 persen kepemilikan pulau tersebut, termasuk hotel, resor, dan infrastruktur penting.Selain itu, Ellison juga agresif memperluas portofolio propertinya di negara bagian dengan iklim pajak yang lebih ramah.

Pada 2022, ia membeli properti senilai USD 173 juta atau Rp 2,9 triliun di Palm Beach, Florida, lalu kembali berinvestasi pada 2024 dengan mengakuisisi Eau Palm Beach Resort & Spa seharga USD 277 juta atau Rp 4,6 triliun, Florida sendiri dikenal sebagai negara bagian dengan pajak penghasilan nol, sementara Hawaii memiliki tarif yang lebih rendah dibanding California.

 

Properti Global

Di luar properti yang dijual di San Francisco, Ellison masih memiliki aset real estat bernilai tinggi di berbagai lokasi, termasuk Woodside, Silicon Valley, Malibu, Lake Tahoe, hingga Newport, Rhode Island.

Dengan kekayaan yang sangat bergantung pada fluktuasi harga saham Oracle, potensi pajak kekayaan dinilai menjadi tantangan besar bagi stabilitas finansial pribadi para miliarder teknologi.

Pembeli rumah mewah Ellison di Pacific Heights diketahui merupakan sebuah perusahaan berbadan hukum LLC yang berbasis di Delaware, sebuah praktik yang umum dalam transaksi properti bernilai Besar di Amerika Serikat.

Kasus Ellison menambah daftar panjang para miliarder yang disebut-sebut mulai mengurangi eksposur aset di California, seiring meningkatnya tekanan pajak dan biaya hidup yang tinggi.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Ellison terkait motif penjualan rumah tersebut, langkah ini memperkuat narasi bahwa isu pajak kini menjadi faktor utama dalam strategi bisnis dan domisili para orang terkaya dunia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6