Realisasi Produksi Pupuk Kaltim Capai 107% pada 2025

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) sukses menutup tahun 2025 dengan total produksi mencapai 6.679.415 ton, atau 107,3% dari target tahunan.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menutup tahun 2025 dengan realisasi produksi mencapai 6.679.415 ton, atau rata-rata 107,3 persen dari target tahunan.

Sepanjang 2025, Pupuk Kaltim memproduksi 3.578.366 ton pupuk urea dan 328.154 ton pupuk NPK. Sementara untuk produk petrokimia tercatat produksi amonia sebesar 2.772.895 ton.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim F Purwanto menyampaikan, capaian produksi sepanjang tahun lalu didapat berkat dukungan kebijakan pemerintah, arahan strategis PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku holding, serta pengelolaan operasional perusahaan yang konsisten.

"Melalui kolaborasi seluruh insan perusahaan, kami dapat memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga untuk mendukung produktivitas sektor pertanian," kata Purwanto, Rabu (7/1/2026).

Kinerja positif tersebut ditopang oleh stabilitas operasional 13 fasilitas produksi Pupuk Kaltim yang menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan pasokan pupuk nasional.

Sejalan dengan upaya penguatan operasional, Pupuk Kaltim juga tengah melaksanakan proyek strategis peremajaan (revamping) Pabrik Amonia PKT-2 guna meningkatkan efisiensi energi, menurunkan konsumsi gas, serta mengurangi emisi karbon.

Proyek revamping yang ditargetkan rampung pada semester I 2026 ini akan mampu menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO2 per tahun.

 

Optimistis Jaga Kinerja di 2026

Selain itu, Pupuk Kaltim juga akan terus memperkuat penerapan Operational Excellence, serta optimalisasi inovasi teknologi (Smart Production) guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi di seluruh lini bisnis, sekaligus menjaga kualitas dan keunggulan produk.

Dengan langkah tersebut, perseroan optimistis dapat menjaga kinerja operasional yang andal dan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan pupuk nasional pada 2026.

"Ke depan, Pupuk Kaltim akan untuk terus mengeksplorasi berbagai inovasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi operasional, dan kompetensi insan perusahaan, dalam mendukung sektor pertanian dan swasembada pangan nasional," tutur Purwanto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6