Harga Emas Dunia Berpeluang Tembus Rekor, Logam Mulia Diproyeksi Rp 2,6 Juta

Pekan depan, harga emas dunia berpeluang memecahkan rekor baru jika menembus level USD 4.381, dengan potensi harga domestik hingga Rp 2.600.000.

Diterbitkan 21 Desember 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memaparkan pergerakan harga emas dunia dan logam mulia secara mingguan, mulai dari awal hingga akhir pekan. Ia menyampaikan bahwa harga emas dunia pada Sabtu pagi ditutup di level USD 4.338 per troy ons, sementara harga logam mulia berada di Rp 2.491.000.

Ibrahim menjelaskan, apabila harga emas dunia mengalami koreksi, support pertama berada di USD 4.291 dengan harga logam mulia di kisaran Rp 2.475.000. Jika penurunan berlanjut ke support kedua di USD 4.256, harga logam mulia berpotensi turun hingga Rp 2.400.000.

“Untuk harga emas dunia di Sabtu pagi ditutup di USD 4.338, logam mulianya di Rp 2.491.000,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu (21/12/2025).

Sebaliknya, jika harga emas dunia menguat, resisten pertama berada di USD 4.378 yang berpotensi mendorong harga logam mulia ke Rp 2.510.000 pada awal pekan. Dalam satu minggu, emas dunia berpeluang naik hingga USD 4.415 per troy ons dengan harga logam mulia di level Rp 2.600.000. Ia juga menyebutkan peluang harga emas dunia melampaui rekor Oktober di USD 4.381.

 

Sentimen Pergerakan Emas

Ibrahim menilai pergerakan harga emas dunia turut dipengaruhi oleh dinamika indeks dolar Amerika Serikat yang ditutup di level 98,695 pada Sabtu pagi, serta pergerakan nilai tukar rupiah yang diperkirakan berada di kisaran Rp 16.680 hingga Rp 16.820 pada pekan depan.

Selain faktor moneter, ia menyoroti pengaruh kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat terkait suku bunga, pernyataan para gubernur bank sentral, serta kondisi geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah, konflik Rusia dan Ukraina, serta dinamika di kawasan Asia Timur.

“Yang mendongkrak harga emas dunia sebenarnya adalah Timur Tengah, perang antara Israel dan Iran,” kata Ibrahim.

Menurutnya, eskalasi geopolitik tersebut berpotensi mendorong penguatan harga emas dunia hingga USD 4.415 dalam pekan ini, seiring meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6