Orang Super Kaya Banyak Tenggak Subsidi, Siap-Siap Dipangkas Menkeu Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama DPR dan Danantara menyepakati penyusunan strategi perbaikan penyaluran subsidi BBM.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyadari banyak orang super kaya yang menikmati subsidi dari pemerintah. Dia berencana memangkas subsidi tersebut dan dialihkan kepada yang membutuhkan.

Hal ini dibahas dalam rapat antara Menkeu Purbaya bersama Komisi XI dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Bahasannya adalah subsidi energi, termasuk BBM dan listrik.

"Jadi kita lihat masih ada orang yang relatif kaya atau kaya, super kaya kalau di Indonesia mungkin, yang masih mendapat subsidi," kata Purbaya usai rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Dia menjelaskan, dalam rapat juga disepakati untuk menyusun strategi perbaikan penyaluran subsidi tadi. Disimpulkan, kalau subsidi bagi orang kaya akan dipangkas besar-besaran dalam dua tahun ke depan.

"Kita simpulkan tadi dalam 2 tahun ke depan kita akan re-design strategi subsidi sehingga betul-betul tepat sasaran. Dan yang kaya sekali mungkin desir 8, 9, 10 subsidi akan dikurangin secara signifikan," tegas dia.

"Kalau perlu uangnya kita balikin ke yang desir 1, 2, 3, 4 yang lebih miskin begitu. Itu kira-kira utamanya itu dan itu perlu desain macam-macam karena melibatkan juga BUMN-BUMN dari Danantara," Purbaya menambahkan.

Menkeu Purbaya Temui Bahlil

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia telah membahas kebutuhan LPG bersubsidi 3 kilogram (kg). Didapati ada kekurangan pasokan mengacu pada kebutuhan LPG 3 kg hingga akhir 2025 ini.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menyampaikan prognosa kebutuhan LPG 3 kg pada 2025 ini sekitar 8,5 juta metric ton (MT). Sedangkan, kuota subsidi 'gas melon' tersebut berada di 8,17 MT.

"Prognosa sampai 2025 itu ada kebutuhan 8,5 juta metrics ton, ada penambahan kan, over 0,37 juta atau sekitar 370 ribuan metrics ton," kata Anggia, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 25 November 2025.

 

Anggaran Tidak Bengkak

Dia menyebut, pemerintah akan menambah kuota LPG 3kg tersebut. Meskipun, dipastikan tidak akan ada penambahan besaran subsidi yang ditanggung oleh APBN.

"Tapi yang pasti ini mungkin tidak akan ada penambahan subsidi. Karena harganya di bawah indikator APBN juga. (Ada) penambahan kuota tapi gak ada penambahan (nominal) subsidi," bebernya.

Meski demikian, Anggia menyampaikan, keputusannya masih akan dibahas para menteri dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Tapi ini masih akan dirapatkan lagi ke Pak Presiden, akan dibawa ke Ratas bersama dengan Pak Menteri dan juga Menteri Keuangan. Intinya tadi bahas itu," tandasnya.

 

Sistem BBM Subsidi Tepat Berbasis AI Diterapkan Sejak Agustus 2024, Ini Hasilnya

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga tercatat telah menerapkan sistem Subsidi Tepat berbasis AI Agustus 2024. Sistem ini telah mengotomasi proses verifikasi data diri dan kendaraan pengguna, mempercepat validasi transaksi, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso menjelaskan, penyaluran energi hingga ke seluruh pelosok negeri merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan energi yang berkeadilan. Selain itu, melalui inovasi digital seperti Program Subsidi Tepat, perusahaan berupaya memastikan penyaluran BBM subsidi lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran.

"Kami percaya, energi bersubsidi yang tersalurkan dengan tepat akan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Inovasi digital seperti Program Subsidi Tepat bukan sekadar soal teknologi, tapi tentang bagaimana kami memastikan manfaat energi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak dan tepat sasaran,” ujar Harsono.

 

Teknologi AI

Ia menambahkan, penerapan AI juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat penerima subsidi energi.

"Teknologi AI membantu kami menjaga akuntabilitas penyaluran, sehingga energi bersubsidi dapat sampai ke masyarakat dengan tepat sasaran," tuturnya.

Program inovasi digital subsidi tepat yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga meraih penghargaan internasional ajang Indonesia Technology Excellence Awards 2025.

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat transformasi digital di sektor energi.

Anak usaha Subholding Commercial & Trading Pertamina itu meraih penghargaan untuk kategori "Artificial Intelligence (AI) in Oil & Gas Industry", yang digelar The Asian Business Review di Jakarta.

Penghargaan tahunan tersebut diberikan atas keberhasilan Pertamina Patra Niaga mengembangkan inovasi digital "Transforming Subsidized Energy Distribution Through Smart Use of Artificial Intelligence" melalui program subsidi tepat.

 Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) mencatat ada peralihan sekitar 1,4 juta kiloliter dari pengguna Pertalite ke produk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan produk swasta.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6