5 Rekomendasi Buku dari Miliarder Bill Gates, Bisa Buat Isi Liburan!

Bill Gates merilis daftar rekomendasi lima buku wajib baca untuk musim liburan. Dari novel emosional hingga analisis perubahan iklim dan memoar maestro media.

Diterbitkan 27 November 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim dingin dan masa liburan kembali menjadi momen favorit Bill Gates untuk “mengejar ketertinggalan membaca buku.” Dalam sebuah postingan blog terbaru, miliarder sekaligus pendiri Microsoft itu membeberkan lima buku yang ia rekomendasikan, sebuah tradisi tahunan yang selalu ditunggu penggemar literasi dan pemerhati bisnis global.

Dikutip dari CNBC, Kamis (27/11/2025), Bill Gates menyebut liburan sebagai waktu yang ideal untuk merenung, memperlambat ritme hidup, dan larut dalam buku-buku yang dapat memicu rasa ingin tahu serta membuka perspektif baru tentang bagaimana dunia sebenarnya bekerja.

Dalam daftar terbarunya, Gates memilih lima buku lintas genre dan tema besar—mulai dari novel dengan narator seekor gurita, eksplorasi psikologi komunikasi manusia, buku iklim berbasis data, memoar raksasa media, hingga analisis politik-ekonomi terkait mandeknya pembangunan di Amerika Serikat.

Menurut Gates, setiap buku tak hanya menawarkan cerita menarik, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai isu-isu penting seperti hubungan manusia, penuaan, perubahan iklim, reformasi regulasi, hingga dinamika industri kreatif dan inovasi teknologi.

“Masing-masing buku ini menyingkap bagaimana sesuatu yang penting sebenarnya bekerja: bagaimana orang menemukan tujuan hidup di usia senja, bagaimana kita seharusnya berpikir tentang perubahan iklim, bagaimana industri kreatif berkembang, bagaimana manusia berkomunikasi, dan bagaimana Amerika kehilangan kapasitasnya untuk membangun hal-hal besar — ​​dan bagaimana mendapatkannya kembali,” tulis Gates.

Melalui rekomendasi terkurasi ini, Gates ingin pembaca menemukan inspirasi, harapan, serta perspektif jernih tentang tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini.

Berikut daftar lengkap lima buku pilihan Bill Gates untuk dibaca selama liburan:

1. 'Remarkably Bright Creatures' - Shelby Van Pelt

Novel terbitan 2022 ini merupakan favorit Gates karena memenuhi satu hal: menawarkan karakter menarik yang mengubah cara pandang pembaca. Kisahnya mengikuti Tova, janda 70 tahun yang bekerja sebagai petugas kebersihan malam di akuarium, dan Marcellus, seekor gurita cerdas yang menjadi narator sebagian cerita.

Gates, yang juga baru berusia 70 tahun, merasa terhubung dengan tema penuaan, kesepian, dan pencarian makna hidup setelah pensiun. Ia menyebut kisah ini sebagai eksplorasi hangat tentang hubungan manusia dan tantangan yang dihadapi para lansia.

“Kisah Van Pelt membuat saya berpikir tentang tantangan mengisi hari-hari setelah berhenti bekerja — dan apa yang dapat dilakukan komunitas untuk membantu para lansia menemukan tujuan hidup,” sebut Gates, yang sebelumnya menganggap masa pensiun “terdengar mengerikan.”

2. 'Clearing the Air' - Hannah Ritchie

Ritchie, buku ini dianggap Gates sebagai salah satu penjelasan paling terang tentang tantangan iklim. Berisi 50 pertanyaan penting seputar pemanasan global, Ritchie menyajikan jawaban berbasis data yang realistis namun tetap penuh harapan.

Gates, yang telah menginvestasikan miliaran dolar ke proyek iklim, menilai buku ini sebagai keseimbangan ideal antara analisis ilmiah dan optimisme pragmatis. Ia menekankan bahwa narasi kiamat justru dapat mengalihkan fokus dari solusi nyata yang sudah berkembang, seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik.

“Jika Anda menginginkan gambaran umum yang penuh harapan dan berdasarkan fakta tentang solusi iklim, ini adalah pilihan yang tepat,” tulis Gates tentang buku Ritchie pada hari Selasa.

3. “Who Knew” - Barry Diller

Memoar maestro media Barry Diller ini berhasil mengejutkan Gates meski keduanya bersahabat lama. Buku tersebut mengisahkan perjalanan Diller sebagai inovator industri hiburan—pencipta konsep miniseri TV dan pelopor banyak platform digital.

Diller juga dikenal karena langkah beraninya membeli Expedia dari Microsoft pada 2001 dan membangun IAC menjadi konglomerat media digital awal. Gates menyebut buku ini jujur, terbuka, dan menyentuh, termasuk bagian di mana Diller secara publik menyatakan diri sebagai gay di usia 83 tahun.

 

4. “When Everyone Knows That Everyone Knows” - Steven Pinker

Profesor Harvard Steven Pinker kembali menyederhanakan konsep rumit dalam buku terbarunya mengenai “pengetahuan umum”—hal yang membentuk dasar komunikasi dan kolaborasi manusia.

Gates menilai buku ini wajib dibaca siapa pun yang ingin memahami mengapa dan bagaimana manusia berinteraksi. Meski temanya kompleks, Pinker menyajikan analisis ringan, praktis, dan mudah dicerna, membuat Gates melihat interaksi sosial sehari-hari dari sudut pandang segar.

“Meskipun topiknya sendiri cukup rumit, buku ini mudah dibaca dan praktis, dan membuat saya melihat interaksi sosial sehari-hari dari sudut pandang baru,” tulis Gates.

5. “Abundance” - Ezra Klein & Derek Thompson

Ditulis oleh dua jurnalis ternama, “Abundance” membahas mengapa Amerika kini kesulitan membangun infrastruktur besar, memajukan ilmu pengetahuan, atau menyediakan perumahan terjangkau. Klein dan Thompson berargumen bahwa regulasi yang terlalu ketat menghambat kemajuan tersebut.

Buku ini menawarkan solusi berupa “agenda kelimpahan” yang mendorong pembangunan lebih cepat dan pengurangan birokrasi. Gates, yang berpengalaman bekerja sama dengan lembaga pemerintah di berbagai proyek global, mengakui bahwa hambatan yang digambarkan dalam buku ini sangat nyata.

“Saya telah menyaksikan bagaimana hambatan yang dibahas dalam ‘Kelimpahan’ menghambat kemajuan kesehatan global — baik ketika kita berupaya meningkatkan kualitas benih, merancang toilet yang lebih baik, atau memberantas polio,” tulis Gates.

“Terkadang sains itu sendiri sulit. Namun seringkali, logistik dan pelaksanaannya bahkan lebih sulit,” tambahnya.

Bagi Gates, membaca bukan hanya kegiatan personal, tetapi juga cara memahami dunia dengan lebih dalam. Melalui lima buku ini, ia mengajak publik melihat tantangan zaman melalui lensa baru yang lebih kritis, lebih optimis, dan lebih berbasis data.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6