Mentan Amran: Indonesia Sukses Mandiri Pangan Berkat Doa MUI

Mentan Amran mengajak MUI untuk bersinergi dalam pemanfaatan lahan-lahan milik ulama, pesantren, dan lembaga keagamaan untuk mewujudkan swasembada pangan.

Diterbitkan 22 November 2025, 20:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam penguatan sektor pertanian.

Mentan Amran menyatakan, berbagai capaian besar sektor pertanian dalam satu tahun terakhir tidak terlepas dari peran, doa, serta bimbingan para ulama MUI. Ia menyampaikan bahwa nasihat dan tausiyah ulama selama ini menjadi pedoman penting dalam menjalankan amanah negara.

"Capaian target Presiden untuk empat tahun, alhamdulillah Insya Allah tercapai dalam satu tahun. Itu berkat doa dan nasihat para alim ulama MUI se-Indonesia. Saya hanya melaksanakan fatwa dan nasihat ulama," ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/11/2025).

Ia menekankan pentingnya menegakkan kebenaran dan keadilan, termasuk dalam memberantas mafia pangan, perilaku serakah (serakahnomics), dan tindakan koruptif yang merugikan rakyat. Mentan Amran menyampaikan, hingga saat ini terdapat 75 tersangka yang telah diproses Satgas Polri dalam satu tahun terakhir.

"Jika kita membiarkan ketidakbenaran, itu sama saja membiarkan kejahatan berkembang. Mafia dan koruptor tidak boleh dibiarkan. Banyak yang bilang saya kejam, tetapi justru kejam adalah mereka yang membiarkan ketidakbenaran," tegasnya.

Langkah tegas di internal Kementan, termasuk pencopotan pegawai, dilakukan berdasarkan nilai moral dan nasihat para ulama. "Saya merasa menjadi perpanjangan tangan MUI dalam menegakkan amanah ini," kata Mentan.

 

Pemanfaatan Lahan Ulama

Lebih lanjut, Mentan Amran mengajak MUI untuk bersinergi dalam pemanfaatan lahan-lahan milik ulama, pesantren, dan lembaga keagamaan yang berada di bawah MUI. Ia meminta agar setiap lahan yang belum dimanfaatkan segera diusulkan kepada Kementan agar dapat ditanami melalui program nasional.

"Jika MUI atau ulama memiliki lahan yang belum ditanami, kirimkan proposal ke kami atau langsung ke saya. Kami akan tanami. Ini hibah, bagian dari program Presiden yang berpihak kepada rakyat," ungkap dia.

Pemerintah menargetkan perluasan lahan produktif hingga 870 ribu hektare di seluruh Indonesia dengan dukungan anggaran sekitar Rp 10 triliun. Termasuk untuk hilirisasi komoditas perkebunan. Untuk mempercepat koordinasi, Mentan Amran meminta MUI menunjuk satu pintu komunikasi yang terintegrasi.

 

34 Juta Ton Produksi Beras

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional periode Januari–Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton, posisi terbaik sepanjang sejarah Indonesia.

Sementara lembaga internasional seperti USDA dan FAO turut memproyeksikan prospek positif bagi produksi beras nasional. USDA memperkirakan produksi 2024–2025 mencapai 34,6 juta ton. Sementara FAO memproyeksikan peningkatan hingga 35,6 juta ton pada musim tanam 2025–2026.

Selain itu, Mentan Amran menegaskan pentingnya hilirisasi sebagai pilar utama kemandirian bangsa. Ia mencontohkan hilirisasi kelapa yang mendongkrak nilai ekonomi secara signifikan.

"Harga kelapa mentah hanya Rp 3.000 per butir. Tapi kalau diolah jadi coconut milk atau coconut water, nilainya bisa Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per butir. Nilai tambah ini sangat besar dan langsung berdampak pada kesejahteraan petani," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6