Biomassa dan Bioenergi Bisa Jadi Andalan Indonesia Capai Ketahanan Energi

Bioenergi memiliki potensi besar untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 sekaligus memperkuat ketahanan energi baik di tingkat nasional maupun daerah.

Diterbitkan 18 November 2025, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) terus melakukan pengembangan energi berbasis bioenergi, sebagai bagian dari strategi transisi energi dan upaya mewujudkan ketahanan energi nasional.

Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir mengatakan, bioenergi memiliki potensi besar untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 sekaligus memperkuat ketahanan energi baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Program biomassa dan bioenergi ini bukan hanya soal bauran energi, tetapi tentang bagaimana Indonesia membangun sistem energi yang tangguh, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat dari hulu hingga hilir,” kata Hokkop, Selasa (18/11/2025).

Menurut Hokkop, pengembangan bioenergi termasuk program cofiring biomassa di PLTU telah terbukti menurunkan emisi karbon tidak hanya di hilir, tetapi juga di sepanjang rantai pasok dari hulu. Program ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat daerah.

PLN EPI juga terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku usaha untuk memperkuat riset, rantai pasok bahan baku, serta inovasi teknologi rendah karbon.

“Sinergi dengan kampus seperti ITPLN sangat penting agar kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembangnya,” tambahnya.

Dosen dan Peneliti bidang energi Ali Ahmudi Institut Teknologi PLN (ITPLN), menilai bahwa bioenergi merupakan bentuk energi terbarukan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa biomassa dari limbah pertanian, perkebunan, dan sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber listrik dan bahan bakar bersih.

“Bioenergi adalah jembatan menuju ketahanan energi yang inklusif. Di satu sisi, ia mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan di sisi lain memberdayakan masyarakat pedesaan,” ungkap Ali.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6