Industri di Tangerang Pekerjakan Karyawan tak Berpendidikan Formal, Ini Alasannya

Saat ini terjadi transformasi bisnis yang memadukan pertumbuhan komersial dengan misi sosial.

Diterbitkan 15 November 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah susahnya cari pekerjaan lantaran ketatnya persaingan latar belakang pendidikan, ternyata industri di Tangerang menyediakan lapangan kerja yang mengutamakan pengalaman pengalaman bekerja sebelumnya, daripada syarat pendidikan formal.

 
"Kami percaya ada potensi besar di dalam masyarakat yang tidak terlihat, karena bakat itu tidak hanya tertulis di sebuah kertas," kata Daryl Tan, Executive Chairman Impact of Asia Limited dan IOA Global Pte Ltd, Jumat (14/11/2025).
 
Menurut dia, saat ini terjadi transformasi bisnis strategis yang memadukan pertumbuhan komersial dengan misi sosial. Perusahaan ini meluncurkan inisiatif baru untuk memberdayakan individu dari kelompok rentan atau masyarakat tidak mampu, putus sekolah dan tidak memiliki sertifikat keahlian, melalui pelatihan kejuruan dan pekerjaan yang layak di industri kreatif.
 
"Ini bukan amal, ini merupakan sebuah strategi bisnis jangka panjang. Kami membuktikan bahwa dengan pelatihan yang tepat, orang yang termajinalkan ini bisa menjadi pengrajin terbaik dan menjadi tulangpunggung dari industri kreatif Indonesia," katanya. 
 
Daryl juga menjelaskan, dalam membentuk industri MICE di Indonesia, merancang acara korporat, program perjalanan, dan ekshibisi inovatif. Namun, pada awal tahun 2025, perusahaan memutuskan untuk bertumbuh tidak hanya dalam skala, tetapi juga dalam tujuan usahanya.
 
Kolaborasi ini mendefinisikan ulang pertumbuhan korporat dengan menempatkan kemanusiaan sebagai intinya.
 
"Hari ini kita dapat melihat bahwa profit dan tujuan sosial dapat hidup berdampingan. Saat anda memberi orang martabat dan kesempatan, mereka tidak hanya akan membangun struktur sosial mereka akan membangun masa depan”, ujar Daryl.
 
 
 

 

 

Melahirkan Pekerja Berkualitas

Daryl menyebut, program yang telah berjalan sejak pertengahan tahun 2025 tersebut telah melahirkan pekerja-pekerja yang berkualitas, melalui pelatihan internal dan bimbingan dalam keterampilan esensial.

Seperti pertukangan kayu, desain, pengecatan, dan fabrikasi, tim baru ini telah berkontribusi menyelesaikan 20 proyek ekshibisi besar di seluruh Indonesia, termasuk untuk beberapa merek regional terkemuka. Selama beberapa bulan telah berjalan, program ini nyatanya tidak menurunkan kualitas produk yang dihasilkan.

Malah, para pekerja bisa mengimbangi dan menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar perusahaan.

"Kami menerapkan kontrol kualitas ketat yang sama kepada mereka seperti tim lainnya. Kami tidak memperlakukan mereka secara berbeda. Hasilnya Klien yang puas dan bukti terbaik kami adalah karya itu sendiri, yang dipamerkan di pameran," jelasnya. 

 

Indonesia Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Daryl Tan menambahkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif yang luar biasa, dan potensi itu ada pada rakyatnya. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa Indonesia bisa menumbuhkan industri MICE Indonesia berkelas dunia sekaligus mengangkat talenta lokal yang terampil.

"Ini bukan sekadar dampak sosial; ini adalah strategi jangka panjang untuk membangun keunggulan kompetitif dan masa depan kreatif Indonesia dari akar rumput," jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6