Dirjen Gakkum Kementerian ESDM Ikut Investigasi Tambang Longsor Freeport Indonesia

Dua direktorat di Kementerian ESDM investigasi tambang longsor di Freeport Indonesia.

Diterbitkan 07 November 2025, 20:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengungkapkan proses investigasi tambang longsor PT Freeport Indonesia (PTFI) masih berjalan. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian ESDM juga dilibatkan.

Yuliot bilang, investigasi penyebab longsornya tambang Grasberg  Block Cave (GBC) Extraction 28-30 Panel, dipimpin oleh Ditjen Mineral dan Batubara (Minerba). Keterlibatan Ditjen Gakkum untuk menelusuri kemungkinan permasalahan hukum dari insiden tersebut. 

"Jadi itu lagi dikonsolidasikan oleh Dirjen Minerba sama Dirjen Gakkum. Apakah itu ada permasalahan hukum juga di situ, apakah itu ada kelalaian, ini lagi dilakukan evaluasi oleh Dirjen Gakkum," ungkap Yuliot, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dia turut menanggapi usulan PTFI untuk memilai kegiatan penambangan di dua site lainnya. Namun, dia tetap masih menunggu hasil evaluasi yang dilakukan Kementerian ESDM.

"Jadi kalau ini sepanjang itu berdasarkan evaluasi yang kita lakukan, aman untuk dilakukan kegiatan, ya kita juga akan tetap mengizinkan," katanya. 

"Ya karena itu yang terdampak dengan yang tidak terdampak itu harus kita pisahkan. Jadi ya saya cek dulu sama Dirjen Minerba," tambah Yuliot.

Tunggu Audit

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) sedang mengaudit PT Freeport Indonesia (PFI) usai longsor tambang bawah tanah. Seiring hal itu pengoperasian kembali tambang PT Freeport Indonesia tergantung dari hasil audit operasional tambang bawah tanah.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jumat, 10 Oktober 2025, seperti dikutip dari Antara.

"Sekarang belum ada yang bisa dilakukan produksi, tetapi kita lagi lakukan audit sampai kemudian bisa menemukan apa faktor penyebabnya," kata Bahlil seperti dikutip dari Antara.

 

Masih Proses Investigasi Longsor Tambang Freeport

Bahlil menuturkan, pemerintah melakukan audit total terhadap penerapan daripada operasi bawah tanah di Freeport Indonesia. Usai hasil audit memberi kejelasan, ia mengatakan, Freeport Indonesia dapat melakukan mitigasi supaya kejadian longsor bawah tanah tidak terjadi lagi.

“Dan itu dibutuhkan berbagai langkah-langkah terkait dengan teknik sipilnya, teknik tambangnya. Ini tim saya terus melakukan proses audit di sana,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, evaluasi terkait longsor Freeport akan menilik apakah terdapat potensi terulangnya longsor bawah tanah dan struktur dari tambang bawah tanah itu.

"Kami meminta kepada PT Freeport untuk melibatkan juga bekas karyawan-karyawan yang dulu tahu tentang struktur geoteknik dan lain sebagainya, untuk dilibatkan di dalam proses evaluasi,” kata Bahlil.

 

Insiden Longsor

Insiden longsor lumpuh bijih basah terjadi di area tambang bawah tanah di kawasan Grasberg Block Cave (GBC) Extraction 28-30 Panel, Tembagapura, Kabupaten Mimika pada 8 September 2025 malam sekitar pukul 22.00 WIT.

Sebanyak tujuh pekerja yang terperangkap di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), lima orang di antaranya kru PT Redpath Indonesia dan dua kru elektrik PT Cipta Kontrak di bawah Divisi Operation Maintenance PTFI.

Dalam proses pencarian korban, PT Freeport Indonesia menghentikan operasional kawasan tersebut. Seluruh korban ditemukan secara bertahap, hingga pada 6 Oktober, Freeport menyatakan pencarian selesai.

"Kami turut berduka cita, berbelasungkawa atas meninggalnya tujuh karyawan dari Freeport," kata Bahlil.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6