Liputan6.com, Jakarta - Merayakan satu dekade berkarya, Wilsen Willim menghadirkan koleksi terbaru bertajuk "Algorithm: Universal Language" yang menempatkan para penenun Nusantara sebagai sosok utama yang dirayakan. Koleksi ini bukan sekadar pameran busana, melainkan cara baru menuturkan kisah wastra Indonesia.
Bukan retrospektif yang menoleh ke belakang, Wilsen justru mengajak publik melihat tenun melalui kacamata algoritma—sebuah pola berulang yang tertanam dalam struktur kain. Di titik itu, tradisi dan pendekatan kontemporer bertemu dalam satu bahasa yang sama.
Ia mempertemukan kedekatan material populer dengan bahasa universal yang dipahami banyak orang. "Seperti halnya denim, semua orang mengenal dan menggunakan angka. Kali ini keduanya saya pertemukan," ujar Wilsen. Pernyataan itu menjadi kunci inspirasi koleksi penanda 10 tahun perjalanannya.
Advertisement
Algoritma Tenun dan 60 Tampilan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293371/original/022738800_1783695935-DSC09852.jpg)
Koleksi ini menampilkan sekitar 60 tampilan busana pria dan perempuan, memperlihatkan bagaimana wastra Indonesia dapat bergerak luwes dalam rancangan kontemporer khas Wilsen Willim.
Rangkaian material yang diolah meliputi Tenun sutra Garut yang pernah ia eksplorasi beberapa tahun lalu, Tenun Dayak Iban dari Kapuas Hulu, Songket Jembrana dari Bali, serta Songket Minang dari Halaban. Masing-masing dihadirkan dengan pembacaan bentuk yang segar tanpa melepaskan akar budayanya.
Gagasannya bertumpu pada algoritma—pola teratur dari pertemuan benang lungsi dan pakan—yang selama ini menjadi fondasi setiap lembar kain tenun. Dari struktur dasar itu, narasi visual disusun dan dikembangkan menjadi adibusana yang bernapas masa kini.
Advertisement
Benang Denim Daur Ulang Bersama Ecotouch
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293375/original/065423300_1783696282-DSC09265.jpg)
Seluruh wastra dipadukan dengan benang denim daur ulang melalui kolaborasi bersama Ecotouch. Langkah ini tidak hanya menawarkan tekstur dan tampilan baru, tetapi juga menegaskan komitmen pada praktik mode yang lebih berkelanjutan.
Menurut Wilsen, penggunaan benang daur ulang membantu mengurangi limbah tekstil sekaligus menjawab tantangan mahal dan langkanya bahan baku yang kerap dihadapi para penenun di berbagai daerah. Dengan begitu, keterjangkauan material dan kesinambungan produksi dapat terus terjaga.
Melalui inovasi desain, pemanfaatan material daur ulang, dan sentuhan teknologi, pendekatan ini menempatkan tenun sebagai bagian dari masa depan fesyen Indonesia—tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, melainkan karya yang relevan dengan gaya hidup hari ini.
Siluet Rebel, Potongan Khas, dan Palet Metalik
Siluet koleksi menyoroti kontras yang terukur: keanggunan wastra Indonesia berpadu dengan nuansa rebel dan punk. Harness berbahan kulit, corset, biker jacket, sabuk besar, hingga rok dengan belahan tinggi menjadi aksen yang menguatkan karakter.
Identitas rancangan Wilsen hadir melalui potongan khas seperti kemeja berkerah bottleneck yang terinspirasi kebaya Kartini, kerah beskap, dan kerah janggan yang kembali digemari. Elemen-elemen ini menyambungkan tradisi dengan bentuk modern tanpa kehilangan rujukan asalnya.
Material tenun diolah menjadi item yang mudah dipakai sehari-hari: jaket, kemeja, rok, celana, apron, bib, hingga kain jarik dengan pendekatan modern. Penataan potongan yang fungsional membuat wastra terasa dekat sekaligus kuat secara visual.
Palet warna didominasi biru denim sebagai benang merah, disandingkan dengan hitam, putih, abu-abu, biru elektrik, serta kilau metalik emas, perak, dan perunggu yang memberi kesan dramatis di atas runway.
Kehadiran aksesori turut memperkaya tampilan: aksesori logam dari Subeng Klasik, aksesori kulit dari Peau, serta alas kaki rancangan Bocorocco.
Advertisement
Motif Jadi Musik Bersama Ican Harem
Eksplorasi algoritma tidak berhenti pada tekstil. Bersama musisi sekaligus kolaborator lamanya, Ican Harem, Wilsen merancang pengalaman pertunjukan yang multisensori.
Motif tenun dari empat daerah dipindai menggunakan kamera lalu diterjemahkan menjadi pola algoritma dengan bantuan teknologi artificial intelligence. Hasil pemetaan tersebut menjadi sumber data untuk proses kreatif berikutnya.
Data itu kemudian diolah menjadi komposisi musik pengiring peragaan, memadukan instrumen, tempo, dan ritme yang lahir dari struktur tenun. Pendekatan ini menghadirkan presentasi yang imersif sekaligus memperlihatkan bagaimana warisan budaya berdialog dengan teknologi modern.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293370/original/056611800_1783695932-DSC09857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496575/original/038598300_1770551509-Launching_Lunar_2026_Wilsen_Willim_Pendopo__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293590/original/034275900_1783738457-6130d663-4b3c-4a0f-bc83-11e20ad1bfdf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556459/original/009704000_1776247205-Depositphotos_466373400_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284091/original/027952300_1604288711-juan-cruz-mountford-AMFWArSckYM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293029/original/002690500_1783669520-AP26188311264514.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4924949/original/006543800_1724310535-S__n_Ng___c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6904598/original/042468800_1779675060-two-women-training-together-gym.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293113/original/018435300_1783673948-HL_Tauge_Ikan_Asin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)