Slugging Jadi Tren Skincare Viral, Apakah Cocok untuk Semua Jenis Kulit?

Istilah slugging merujuk pada langkah mengaplikasikan produk berbahan dasar petroleum jelly sebagai tahap terakhir dalam rutinitas skincare malam.

Diterbitkan 11 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam beberapa waktu terakhir, setiap pergantian bulan seolah selalu menghadirkan tren skincare baru di media sosial. Salah satu yang kembali mencuri perhatian adalah slugging, teknik perawatan kulit yang ramai dibicarakan di TikTok, Instagram, hingga berbagai forum kecantikan.

Metode ini diklaim mampu membuat kulit terasa lebih lembap, kenyal, dan tampak bercahaya saat bangun keesokan harinya. Istilah slugging merujuk pada langkah mengaplikasikan produk berbahan dasar petroleum jelly sebagai tahap terakhir dalam rutinitas skincare malam.

Setelah dioleskan, wajah akan terlihat mengilap sehingga menyerupai jejak lendir siput. Meski belakangan viral di media sosial, teknik ini sebenarnya sudah lama dikenal dalam dunia dermatologi sebagai cara membantu mempertahankan kelembapan kulit sekaligus memperkuat skin barrier, terutama bagi pemilik kulit kering.

Popularitas slugging meningkat setelah banyak kreator konten membagikan pengalaman mereka menggunakan metode ini. Tak sedikit yang mengaku kulit terasa lebih lembut, kenyal, dan tidak mudah kehilangan kelembapan setelah mencobanya.

Namun, seperti tren kecantikan lainnya, hasil slugging tidak selalu sama pada setiap orang. Jenis kulit, kondisi skin barrier, hingga rangkaian produk yang digunakan sehari-hari dapat memengaruhi efektivitasnya, mengutip NDTV, Kamis, 9 Juli 2026.

Para dermatolog menjelaskan bahwa manfaat utama slugging bukan berasal dari petroleum jelly yang menghidrasi kulit secara langsung. Bahan ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit untuk mengurangi penguapan air atau transepidermal water loss.

Karena itu, petroleum jelly sebaiknya digunakan setelah pelembap agar kelembapan yang sudah diberikan dapat terkunci dan bertahan lebih lama sepanjang malam.

Cara Melakukan Slugging dengan Benar

Metode slugging dilakukan sebagai tahap terakhir dalam rutinitas skincare malam. Awali dengan membersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut, lalu lanjutkan dengan toner atau esens yang menghidrasi jika diperlukan.

Setelah itu, aplikasikan serum pelembap dengan kandungan yang ramah untuk kulit, seperti asam hialuronat atau peptida. Hindari bahan aktif yang berpotensi memicu iritasi, seperti retinoid, saat melakukan slugging.

Berikutnya, gunakan pelembap dengan kandungan seperti gliserin, ceramide, asam hialuronat, peptida, atau lidah buaya. Terakhir, oleskan petroleum jelly atau produk oklusif secukupnya, sekitar seukuran kacang polong hingga koin kecil, untuk mengunci kelembapan kulit.

Pemilik kulit sangat kering dapat menerapkan metode ini setiap malam, sedangkan kulit normal cukup melakukannya dua hingga tiga kali dalam seminggu agar hasilnya tetap optimal.

Manfaat Slugging dan Jenis Kulit yang Cocok

Metode slugging paling banyak direkomendasikan untuk pemilik kulit kering atau kulit dengan skin barrier yang sedang terganggu. Teknik ini dapat membantu mengurangi rasa kering, kulit mengelupas, hingga sensasi tertarik setelah mencuci wajah dengan mengunci kelembapan agar tidak mudah menguap.

Hasilnya, kulit berpotensi terasa lebih lembut, halus, dan tampak lebih sehat saat bangun di pagi hari. Selain menjaga hidrasi selama tidur, slugging juga membantu mempertahankan kelembapan yang sudah diberikan oleh produk skincare sebelumnya. Namun, metode ini tidak selalu cocok untuk semua orang.

Pemilik kulit berminyak atau rentan berjerawat perlu berhati-hati karena lapisan oklusif yang terlalu tebal dapat memerangkap minyak, keringat, dan kotoran. Jika memiliki jerawat aktif, eksim, atau masalah kulit lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit sebelum mencobanya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mencoba Slugging

Meski ramai dipuji di media sosial, slugging bukan metode yang cocok untuk semua jenis kulit. Para dermatolog umumnya merekomendasikannya bagi pemilik kulit kering, kulit yang rentan eksim, atau skin barrier yang sedang terganggu karena mampu membantu mengurangi kehilangan kelembapan.

Sebaliknya, pemilik kulit berminyak dan mudah berjerawat perlu lebih berhati-hati. Sifat oklusif petroleum jelly dapat memerangkap minyak, kotoran, dan bakteri sehingga berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.

Ahli juga menyarankan untuk tidak melakukan slugging setelah menggunakan bahan aktif yang kuat, seperti AHA atau retinoid berkonsentrasi tinggi, karena dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama pada kulit sensitif.

Jika masih ragu apakah metode ini sesuai dengan kondisi kulitmu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit sebelum memasukkannya ke dalam rutinitas skincare harian.