Harga Minyak Dunia Melemah, Investor Tunggu Keputusan OPEC+

Investor menunggu rapat OPEC+ yang akan menentukan pasokan tambahan di tengah kekhawatiran kelebihan stok minyak global.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Kamis (31/10/2025) seiring investor menilai potensi gencatan senjata dalam ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Pelemahan harga minyak terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan di Korea Selatan, yang menghasilkan langkah penurunan tarif impor terhadap China.

Mengutip CNBC, Jumat (31/10/025), harga minyak mentah Brent turun 40 sen atau 0,6 persen menjadi USD 64,52 per barel.. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 35 sen atau 0,6 persen ke USD 60,13 per barel.

Dalam kesepakatan sementara tersebut, Trump sepakat menurunkan tarif terhadap China dari 57 persen menjadi 47 persen untuk jangka waktu satu tahun.

Sebagai imbalannya, Beijing akan kembali membeli kedelai dari AS, menjaga ekspor logam tanah jarang (rare earth) tetap berjalan, serta memperketat pengawasan terhadap perdagangan ilegal fentanyl — zat narkotika sintetis yang jadi perhatian Washington.

Namun, analis menilai kesepakatan itu belum cukup kuat untuk membawa perubahan besar dalam hubungan ekonomi kedua negara.

 

hanya Penurunan Ketegangan Sementara

Analis PVM, Tamas Varga, menilai bahwa perjanjian tersebut lebih sebagai bentuk penurunan ketegangan sementara, bukan perubahan struktural hubungan dagang AS-China. Ia juga mencatat bahwa penurunan harga Brent justru berlawanan dengan laporan penurunan besar pada persediaan minyak AS.

Dari sisi kebijakan moneter, The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan sesuai ekspektasi pasar pada Rabu (30/10), dan menandakan itu mungkin pemangkasan terakhir tahun ini. Langkah ini dinilai mendukung prospek ekonomi dan memberi angin segar bagi komoditas seperti minyak.

Meski sempat naik di sesi sebelumnya karena penurunan stok minyak AS, harga Brent dan WTI masih menuju penurunan lebih dari 3 persen sepanjang Oktober — menjadi bulan ketiga berturut-turut pelemahan akibat kekhawatiran kelebihan pasokan global.

Hasil Rapat OPEC+

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 6,86 juta barel menjadi 416 juta barel pada pekan yang berakhir 24 Oktober, jauh di atas ekspektasi pasar.

Investor kini menunggu hasil rapat OPEC+ pada 2 November, yang diperkirakan akan mengumumkan tambahan produksi sebesar 137.000 barel per hari mulai Desember mendatang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6