Migas Masih Jadi Penyumbang Kontribusi Terbesar ke Layanan Surveyor Indonesia

Surveyor Indonesia juga turut memperkuat perannya dalam mendukung agenda transisi energi melalui jasa pengawasan, inspeksi, dan verifikasi yang berorientasi pada pengembangan energi terbarukan.

Diterbitkan 26 September 2025, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Surveyor Indonesia (Persero) (PTSI) mengungkapkan industri migas dan energi masih menjadi salah satu penyumbang kontribusi terbesar bagi perusahaan.

Mulai dari dari pengawasan implementasi program B40 (campuran 40% biodiesel berbasis minyak sawit dengan 60% solar) yang mendukung kemandirian energi dan pengurangan emisi karbon. Hingga verifikasi kandungan bahan bakar minyak (BBM) untuk memastikan kualitas serta kesesuaian dengan standar nasional maupun internasional.

Selain itu, Surveyor Indonesia juga turut memperkuat perannya dalam mendukung agenda transisi energi melalui jasa pengawasan, inspeksi, dan verifikasi yang berorientasi pada pengembangan energi terbarukan, serta mendorong terciptanya praktik bisnis berkelanjutan lewat berbagai inisiatif  Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Sebagai The Guardian of Assurance, PTSI memastikan setiap proses berjalan sesuai standar, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kami percaya, langkah ini bukan hanya menjaga kualitas dan kepastian, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Komersial PT Surveyor Indonesia (Persero), Saifuddin Wijaya dalam sesi ramah tamah bersama redaktur media di Jakarta.

Dia menambahkan, peran PTSI tidak dapat dilepaskan dari kontribusinya sebagai bagian dari industri Testing, Inspection, and Certification (TIC) yang berfungsi memastikan mutu, keselamatan, transparansi, serta keberlanjutan seluruh proses di sektor migas dan energi.

Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, PTSI optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya dalam mendukung pembangunan energi nasional yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Perusahaan juga berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap lini strategis industri migas dan energi sebagai penjaga mutu, transparansi, dan keberlanjutan.

 

 

Surveyor Indonesia Bidik Pendapatan Rp 2,2 T di 2025,

PT Surveyor Indonesia (PTSI) menargetkan bisa mengantongi pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun pada tahun ini. Angka ini naik jika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp2 triliun. Perusahaan juga menargetkan  bisa masuk dalam Top 20 Global TIC Player dalam beberapa tahun ke depan.

"Pada semester pertama 2025 ini, kami sudah berhasil mencapai (pendapatan) 40%-nya," ujar Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Sandry Pasambuna di Jakarta, seperti ditulis Kamis (31/7/2025). Dia menyebutkan bahwa kontribusi tertinggi pendapatan masih berasal dari lini oil and gas serta infrastruktur dan transportasi.

Langkah diambil perusahaan demi mencapai hal itu antara lain dilakukan melalui strategi transformasi digital, kemitraan internasional, serta penguatan inovasi dan sumber daya manusia. Hal ini akan memperkuat posisinya di pasar global sebagai perusahaan jasa Testing, Inspection, and Certification (TIC).

Berbagai Inisiatif

Sebagai bagian dari Holding BUMN Jasa Survei IDSurvey, PTSI telah meluncurkan berbagai inisiatif digital, termasuk Virtual Assistant AI yang menguasai tiga bahasa dan SoluSI, sebuah platform pintar yang berfungsi sebagai pusat informasi untuk mendukung pemasaran dan memudahkan calon klien menemukan layanan yang sesuai.

“Digitalisasi dan kolaborasi global adalah kunci kami untuk memperkuat posisi di pasar internasional. Kami percaya, penguatan kompetensi internal dan kepercayaan dari pemangku kepentingan menjadi modal utama untuk terus tumbuh,” ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6