Liputan6.com, Jakarta - Generasi muda kini semakin mendorong strategi investasi tradisional ke pinggir, lalu memilih alternatif berisiko tinggi seperti kripto dan saham meme. Fenomena ini disebut sebagian pakar sebagai “financial nihilism,” yang mencerminkan pandangan suram anak muda terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Jacob Kaplan (25) demi meraih keamanan keuangan, ia merasa perlu mengambil risiko besar. Selama bertahun-tahun, Kaplan rutin bertaruh pada ajang olahraga lewat platform daring, bahkan meluangkan hingga 30 jam per minggu. Ia rajin berbagi tips di Discord dan berlangganan platform data olahraga Bookie Beats untuk meningkatkan peluang menang. Demikian seperti dikutip dari CNBC, Jumat, (26/9/2025).
"Ada risiko yang muncul di setiap taruhan, tapi kalau dikelilingi orang yang tepat dan tahu apa yang dilakukan, itu bisa menjawab masalah yang generasi saya hadapi soal mencari keamanan keuangan," ujar Kaplan kepada CNBC.
Advertisement
Kaplan merupakan bagian dari sekelompok generasi muda yang tidak memikirkan strategi dalam berinvestasi konvensional demi alternatif yang lebih berisiko. Dibanding menyusun strategi, ia lebih mengandalkan keberuntungan di tengah kekhawatiran yang meluas mengenai ekonomi diiringi melonjaknya harga rumah, meningkatnya utang pinjaman, hingga ketatnya persaingan kerja.
Fenomena ini makin marak seiring harga rumah yang melambung, utang pinjaman menumpuk, dan pasar kerja yang semakin ketat.
Lonjakan Investasi Spekulatif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
Tren “financial nihilism” menjelaskan tumbuhnya minat pada investasi spekulatif, mulai dari saham meme, ETF leverage, kripto, hingga forum taruhan olahraga dan prediction market.
Asisten profesor di Columbia Business School, Simon Oh, menyebut fenomena ini sebagai respons rasional generasi muda.
“Dibandingkan masa lalu, kini jauh lebih sulit mencapai tujuan finansial dengan cara akumulasi kekayaan tradisional. Jadi, langkah rasionalnya adalah mencoba peruntungan besar,” jelasnya.
Sejak pandemi lebih dari lima tahun lalu, sejumlah aset berisiko semakin populer. Hal itu antara lain:
- Taruhan olahraga dan prediction market memungkinkan orang bertaruh pada hasil NFL hingga apakah Justin Bieber akan mengumumkan tur.
- Perdagangan kripto makin diminati, termasuk Bitcoin hingga meme coin. Survei U.S. Bank terbaru menyebut Gen Z paling banyak yang tertarik atau berencana berinvestasi kripto dalam lima tahun mendatang.
- Saham meme seperti GameStop dan AMC sempat meledak saat pandemi. Tahun ini muncul gelombang baru seperti OpenDoor dan Kohl’s, yang masing-masing melonjak hampir tiga kali lipat dan dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.
- ETF leverage juga naik daun, dengan peluncuran rekor baru pada 2024, menurut VettaFi dan Bloomberg.
- Opsi perdagangan makin ramai. Otoritas Options Clearing Corporation mencatat volume kontrak mencapai 1,2 miliar pada Agustus 2025, naik 18 persen dari tahun sebelumnya.
Advertisement
Bukan Hal Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
Contoh lainnya datang dari seorang konsultan pemasaran berusia 22 tahun, Marcellous Donyae. Ia mulai terjun ke opsi perdagangan lima tahun lalu saat masih kuliah, berharap bisa terhindar dari jeratan utang pendidikan.
“Saya ingin punya sumber pendapatan yang memberi kebebasan finansial dan kontrol hidup. Opsi perdagangan adalah cara yang menurut saya bisa memberi itu,” jelasnya.
Simon menambahkan, meski bentuk investasinya berubah, minat pada taruhan berisiko sebenarnya bukan hal baru. Dahulu, komoditas pernah dianggap sebagai cara populer mencari keuntungan besar.
Impian Keuangan yang Kian Jauh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4695425/original/026193800_1703233029-closeup-shot-entrepreneur-working-from-home-his-personal-finances-savings.jpg)
Meski demikian, keinginan Donyae dan rekan seangkatannya untuk mencari jaring pengaman finansial menunjukkan kecemasan generasi ini. Bagi banyak orang muda, tujuan ekonomi tradisional terasa makin jauh dari jangkauan.
Harga rumah yang terus melonjak dan suku bunga tinggi membuat kepemilikan rumah, yang dulu dianggap tolok ukur kesuksesan finansial kini semakin sulit digapai. Survei U.S. Bank mencatat 3 dari 10 anggota Gen Z sudah menyerah membeli rumah karena mahal.
Mereka juga menghadapi pasar kerja kerah putih yang melambat, inflasi yang melonjak pascapandemi, serta bayang-bayang krisis dana pensiun Social Security. Belum lagi tingginya utang kartu kredit dan beban pinjaman mahasiswa, usai penangguhan cicilan berakhir di era Donald Trump.
"Hal-hal yang dulu ada di tangga ekonomi tradisional kini semakin tidak terjangkau,” ujar komentator ekonomi sekaligus penulis buku In This Economy?, Kyla Scanlon. Ia menambahkan, banyak anak muda merasa “terbuang dari pasar” sehingga memilih berjudi dengan uang mereka.
Advertisement
Perasaan Sosial
Scanlon juga menyoroti perasaan sosial yang memperburuk kecemasan, mulai dari penolakan di aplikasi kencan hingga seleksi masuk perguruan tinggi.
Data Universitas Michigan bahkan menunjukkan kelompok usia 18–34 tahun mencatatkan tingkat sentimen konsumen terendah sepanjang tahun ini, terburuk dibanding kelompok usia lain.
Meski tren ini marak, generasi muda sadar bahwa investasi berisiko bukanlah strategi jangka panjang. Kaplan sendiri mengaku sebagian besar keuntungannya tetap ia simpan di reksa dana indeks atau tabungan.
“Saya tahu ini bukan sumber pendapatan jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Kaplan.
"Tapi sejauh ini, ini yang paling bermanfaat secara financial. Pada waktunya, saya akan berhenti, membawa uang itu, dan selesai.”
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3283428/original/097386200_1604188920-Ilustrasi_generasi_muda.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535469/original/004594100_1774015488-IMG_0283.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160356/original/008004600_1663304134-20220916_093128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153677/original/019791700_1592280960-Astra_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672541/original/019976600_1782712122-Direktur_Utama_BEI_periode_2026-2030_Jeffrey_Hendrik-29_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3438115/original/068747600_1619182983-WhatsApp_Image_2021-04-22_at_14.56.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4499850/original/074071300_1689153177-man-checking-stock-market-data-tablet.jpg)