Bisa Ditiru, Begini Cara Orang Sukses Menghabiskan Waktu Setiap Hari

Ketika ditanya apa yang membedakan pengusaha sukses dari mereka yang masih kesulitan, Brian Moran pendiri dan CEO Small Business Edge, Brian Moran & Associates, serta salah satu pendiri Bricks or Sticks selalu menjawab dengan satu jawaban yang sama yaitu cara pengelolaan waktu.

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketika ditanya apa yang membedakan pengusaha sukses dari mereka yang masih kesulitan, Brian Moran pendiri dan CEO Small Business Edge, Brian Moran & Associates, serta salah satu pendiri Bricks or Sticks selalu menjawab satu jawaban yang sama yaitu cara pengelolaan waktu.

Dalam sesi pelatihannya, Moran pernah meminta klien mengalokasikan satu dolar untuk setiap jam dalam sehari. Tujuannya sederhana: menunjukkan bahwa waktu adalah uang. Ia lalu memperkenalkan konsep “perampok waktu,” yaitu tugas-tugas tidak penting dan gangguan yang membuat kita menjauh dari pekerjaan utama.

Untuk membantu kliennya, Moran membagi hari ke dalam empat kerangka waktu:

1. Waktu Pagi

2. Waktu Utama

3. Waktu Santai

4. Waktu Malam

Ia menekankan bahwa jam-jam Waktu Utama harus diberi nilai paling tinggi, disusul Waktunya di pagi hari, lalu Waktu Santai, dan terakhir Waktunya di malam hari.

Menurut Moran, ini bukan formula kaku atau hanya berlaku untuk pekerjaan 9–5. Yang terpenting adalah menemukan pola yang paling sesuai dengan diri sendiri. Bagi siapa pun yang sedang membangun atau menjalankan bis

1. Waktu Pagi

Waktu pagi adalah waktu untuk diri sendiri sebelum disibukkan email, rapat, atau urusan pekerjaan. Inilah momen untuk membangun persiapan, kejernihan pikiran, dan landasan hari.

Moran menggambarkannya seperti seorang atlet profesional. Atlet tidak mungkin langsung masuk ke lapangan tanpa pemanasan. Mereka menyiapkan diri secara mental, fisik, emosional, dan spiritual, sekaligus membayangkan kesuksesan di level tertinggi.

Bagi Moran, Waktu pagi dimulai saat ia bangun sekitar pukul 6.30 pagi hingga 9.00 pagi. Pada periode ini, ia bermeditasi, menulis jurnal, berolahraga atau berjalan-jalan, sarapan, membaca artikel atau buku, lalu mandi dan bersiap menghadapi bagian berikutnya dari hari itu.

 

2. Waktu Utama 

Jam kerja Moran berlangsung dari pukul 9.00 pagi hingga 5.00 sore, tetapi ia menekankan bahwa setiap orang punya jadwal berbeda. Misalnya, ada klien yang mengakhiri Prime Time pukul 15.30 ketika anak-anaknya pulang sekolah. Klien lain yang melayani pasar luar negeri justru bekerja larut malam (21.00–23.00) atau dini hari (04.00–06.00).

Menurut Moran, Prime Time adalah periode paling penting dalam sehari—saat Anda mencari nafkah sekaligus membangun warisan. Setiap menit di waktu ini berharga, sehingga fokus penuh sangat dibutuhkan. Untuk memaksimalkan produktivitas, ia membaginya ke dalam empat kategori:

Tugas mendesak Tidak bisa ditunda, didorong oleh tenggat waktu, dan harus selesai hari ini. Kerjakan lebih awal saat energi masih penuh.Tugas penting Terkait tujuan strategis, biasanya tidak mendesak. Jika diabaikan, akan berubah menjadi mendesak.

Jadwalkan blok waktu khusus setelah tugas mendesak selesai.Tugas rutin Aktivitas sehari-hari seperti memperbarui CRM, menjadwalkan posting media sosial, atau meninjau dokumen. Penting, tapi tidak terikat waktu.Tugas tidak penting Seperti mengatur berkas, berhenti berlangganan email spam, atau membaca artikel ringan. Letakkan di prioritas paling bawah.Moran juga menyarankan untuk beristirahat 10 menit setiap jam. Gunakan untuk berjalan, peregangan, atau minum air. Menurutnya, otak yang cukup istirahat adalah otak yang bisa tetap fokus.

 

3. Waktu Santai

Waktu santai (17.00–18.00) adalah fase penutup hari. Di periode ini, Anda tidak benar-benar libur, tapi juga tidak sedang fokus pada pekerjaan bernilai tinggi.

Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain:

Menjawab email, pesan teks, atau voicemailMengembalikan panggilan yang tidak mendesakMenyelesaikan tugas rutin dan kurang pentingMenyusun jadwal utama untuk esok hariTujuan dari fase ini adalah mengakhiri hari dengan baik sekaligus mempersiapkan diri agar siap meraih sukses keesokan harinya.

 

4. Waktu Malam

Waktu Malam adalah saatnya benar-benar keluar dari pekerjaan. Matikan komputer, tinggalkan meja kerja, dan jalani hidup Anda. Gunakan waktu ini untuk bersama keluarga, bertemu teman, atau menikmati waktu sendiri. Bisa dengan membaca, memasak, tertawa, berjalan bersama hewan peliharaan, atau melakukan hal yang membuat Anda bahagia.

Apa pun yang bisa mengisi ulang energi, lakukanlah. Dan jangan lupa tidur di jam yang wajar, karena besok selalu memberi kesempatan baru untuk menjadi lebih baik.

Ingat, waktu adalah mata uang Anda. Banyak pemilik bisnis menghabiskan USD 500 (sekitar Rp 8,2 juta, kurs estimasi Rp 16.500/USD) waktu mereka hanya untuk mengerjakan tugas senilai USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta). Itulah cara perampok waktu mencuri dari Anda. Jangan sampai Anda menjadi perampok waktu bagi diri sendiri.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6