Trump Berancang-ancang Terapkan Tarif Impor Baru Perabotan Rumah

Melalui Truth Social, Trump menyatakan investigasi impor furnitur akan selesai dalam 50 hari. Tarif baru digadang-gadang akan menghidupkan kembali bisnis furnitur di sejumlah negara bagian.

Diterbitkan 31 Agustus 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah memerintahkan untuk menyelidiki impor furnitur ke negaranya. Langkah ini berpotensi berujung pada penerapan tarif yang lebih tinggi produk tersebut, mulai Oktober 2025.

"Dalam 50 hari ke depan, investigasi tersebut akan selesai, dan furnitur yang datang dari negara lain ke Amerika Serikat akan dikenakan tarif dengan tarif yang belum ditentukan," tulis Donald Trump dalam postingan Truth Social.

“Ini akan membawa kembali Bisnis Furnitur ke Carolina Utara, Carolina Selatan, Michigan, dan negara bagian di seluruh Amerika Serikat,” tambah dia.

Melansir laman CNN, Minggu (31/8/2025), investigasi tersebut dilakukan saat pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan kenaikan tarif terhadap sejumlah barang impor, termasuk tembaga, semikonduktor, dan produk farmasi.

Harga furnitur di Amerika Serikat telah merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir seiring penerapan tarif lebih tinggi terhadap negara-negara pemasok utama, seperti Tiongkok dan Vietnam.

Kedua negara tersebut mengekspor furnitur dan perlengkapan senilai USD 12 mliar atau sekitar Rp197,2 triliun (dengan estimasi kurs Rp16.400/USD) ke AS pada tahun lalu, menurut data Departemen Perdagangan.

Indeks Harga Konsumen mencatat kategori furnitur dan perlengkapan tidur naik 0,4% pada Juni dan 0,9% pada Juli, setelah sebelumnya mengalami deflasi selama lebih dari dua tahun.

Sementara itu, harga furnitur lain seperti perabot kantor, rekreasi, dan teras mencatat lonjakan tertinggi sejak Mei, masing-masing naik 1,5% pada Mei, 1,6% pada Juni, dan 1,5% pada Juli. Sebelumnya, kategori ini cenderung mengalami penurunan harga bulanan akibat tren penumpukan barang sejak pandemi.

Di sisi lain, saham perusahaan furnitur besar seperti Wayfair, William-Sonoma, dan Restoration Hardware anjlok pada sesi perdagangan Jumat malam.

Penurunan ini terjadi meski pasar saham lebih luas mencatat keuntungan usai Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6