Tantangan Bisnis Jalan Tol di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Pentingnya pengelolaan usaha jalan tol yang tangguh, adaptif, serta responsif terhadap perubahan situasi ekonomi global maupun domestik.

Diterbitkan 22 Agustus 2025, 17:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan pentingnya pengelolaan usaha jalan tol yang tangguh, adaptif, serta responsif terhadap perubahan situasi ekonomi global maupun domestik.

Hal tersebut diungkapkan Rivan dalam acara Insight Talk 2025 dengan tema “Menguatkan Pilar Ekonomi Lewat Infrastruktur: Membangun Bisnis Jalan Tol Tangguh di Masa Volatilitas Perekonomian” di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC).

“Bisnis jalan tol adalah bisnis jangka panjang. Dengan ketidakpastian ekonomi saat ini, kami dituntut untuk bukan hanya menjaga stabilitas operasional, tetapi juga mampu menyiapkan strategi yang antisipatif, sehingga jalan tol tetap menjadi tulang punggung konektivitas nasional,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Jumat (22/8/2025).

Rivan juga menekankan pentingnya kegiatan ini tidak hanya sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam memperkuat kompetensi profesional di bidang pengusahaan dan pengelolaan jalan tol.

Menurut Rivan, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia merupakan fondasi penting untuk mendukung keberlanjutan industri jalan tol di Indonesia.

“Hari ini tidak hanya sekadar acara yang diisi dengan kontribusi para narasumber, tetapi juga menjadi bagian dari pembekalan sertifikasi yang sangat penting untuk peningkatan kapabilitas dan mengakselerasi kompetensi di bidang pengusahaan maupun pengelolaan jalan tol,” ucap Rivan.

 

Penguatan Bisnis Jalan Tol

Ketua Umum HPJI, Hedy Rahadian menjelaskan bahwa penguatan bisnis jalan tol tidak hanya dapat diukur dari sisi investasi, tetapi juga harus ditopang dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mampu mengelola infrastruktur secara efisien dan berkelanjutan.

"HPJI memandang pentingnya peran SDM yang andal untuk memastikan keberlangsungan investasi jalan tol. Tanpa SDM yang adatif dan kompeten, sulit bagi kita untuk menghadapi gejolak ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur," tegas Hedy.

Pada hari pertama penyelenggaraan acara, peserta diskusi diajak melakukan kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command Center, pusat kendali operasi jalan tol yang dilengkapi sistem pemantauan lalu lintas modern.

Direktur Teknologi Informasi PT Jasamarga Tollroad Operator, Shandy Maulana Haris, memaparkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengoperasian jalan tol.

Shandy menjelaskan bagaimana teknologi ini membantu meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, memperkuat sistem prediksi lalu lintas, dan memperbaiki respons layanan bagi pengguna jalan tol.

 

Jasa Marga Tawarkan Obligasi Rp 1 Triliun, Intip Kisaran Bunga

Sebelumnya, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menawarkan obligasi berkelanjutan III tahap II Tahun 2025 sebesar Rp 1 triliun. Obligasi berkelanjutan ini bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan III Jasa Marga dengan target dana Rp 4 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (21/8/2025), PT Jasa Marga Tbk menawarkan obligasi itu yang terdiri dari tiga seri. Pertama, seri A yang ditawarkan sebesar Rp 120 miliar dengan bunga obligasi 6,4% per tahun. Obligasi seri A itu berjangka waktu tiga tahun.

Kedua, seri B yang ditawarkan sebesar Rp 100 miliar dengan bunga obligasi 6,6% per tahun dan berjangka waktu lima tahun. Ketiga, seri C yang ditawarkan sebesar Rp 780 miliar dengan bunga obligasi sebesar 7,15% dan berjangka waktu 10 tahun.

"Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi,” demikian seperti dikutip.

Selain itu, pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 3 Desember 2025. Sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing pada 4 September 2028 untuk obligasi seri A, pada 4 September 2030 untuk obligasi seri B dan pada 4 September 2035 untuk obligasi seri C. “Pelunasan obligasi dilakukan secara penuh,”

 

 

 

Jadwal Penawaran Obligasi

Obligasi tersebut tidak dijamin dengan suatu agunan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik berupa barang bergerak dan barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada pada kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Obligasi yang ditawarkan oleh Jasa Marga telah mendapatkan peringkat idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat itu berlaku untuk periode 4 Maret 2025-1 Maret 2026. Sedangkan yang bertindak sebagai wali amanat yakni PT Bank Mega Tbk.

Berikut jadwal penawaran obligasi:

  • Tanggal efektif pada 26 Juni 2024
  • Masa penawaran umum pada 1 September 2025
  • Tanggal penjatahan pada 2 September 2025
  • Tanggal pengembalian uang pemesanan pada 4 September 2025
  • Tanggal distribusi secara elektronik pada 4 September 2025
  • Tanggal pencatatan di BEI pada 8 September 2025

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6