Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menyatakan optimisme industri ritel akan tetap tumbuh pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun belakangan ramai fenomena Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya) di pusat perbelanjaan.
Menurut Alphonzus, fenomena tersebut bukan hal baru dan sudah menjadi bagian dari dinamika pusat belanja. Ia menilai bahwa mal saat ini memiliki fungsi yang lebih luas, tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sarana hiburan, edukasi, sosial, dan budaya.
“Rojali dan Rohana bukan sesuatu hal yang baru di pusat perbelanjaan, sudah lama terjadi dan itu selalu terjadi, tetapi sekarang fungsi pusat perbelanjaan bukan hanya lagi sebagai tempat belanja, tetapi juga ada fungsi edukasi, pendidikan, fungsi hiburan, entertainment, fungsi sosial, budaya dan sebagainya,” ujarnya dalam acara Pembukaan Indonesia Shopping Festival 2025, Kamis (14/8/2025).
Advertisement
Ia menambahkan, intensitas pengunjung yang hanya melihat-lihat atau bertanya tanpa bertransaksi dapat meningkat saat musim sepi (low season), namun akan berkurang dengan sendirinya menjelang musim ramai (peak season).
“Seperti sekarang dalam low season ya pasti agak naik, saya kira itu sesuatu yang wajar, nanti menjelang peak season dia akan berkurang sendirinya secara otomatis. Yang penting justru buat kami adalah mereka datang, datang itu memang kami melayani sebagai fasilitas publik,” kata Alphonzus.
APPBI pun tetap menargetkan pertumbuhan industri ritel pada 2025, seiring upaya pusat perbelanjaan menghadirkan berbagai kegiatan dan fasilitas untuk menarik kunjungan masyarakat.
Heboh Fenomena Rojali dan Rohana, Tanda Ekonomi RI Tak Baik-Baik Saja?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299310/original/047253800_1753796059-1000071694__1_.jpg)
Pengamat ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita, menilai fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) bukan sebagai penanda melemahnya konsumsi, melainkan sebagai hasil dari perubahan perilaku konsumen pasca pandemi.
Kedua istilah ini digunakan untuk menggambarkan perilaku konsumen yang datang ke pusat perbelanjaan atau toko, namun tidak melakukan transaksi. Banyak pelaku usaha mengeluhkan meningkatnya jumlah “pengunjung tanpa belanja” ini.
Namun menurut Ronny, justru konsumen kini lebih berhati-hati, selektif, dan cenderung melakukan survei harga sebelum membeli.
"Perkara Rojali dan Rohana, dalam hemat saya, hanya sebagai fenomena akibat perubahan customer behavior saja. Bahkan di sektor informal, penjualan membaik," kata Ronny, dikutip Liputan6.com dari keterangan tertulisnya, Senin (11/8/2025).
Ia menambahkan bahwa pola konsumsi masyarakat mengalami penyesuaian seiring meningkatnya literasi digital dan akses informasi harga.
Advertisement
Informal Membaik
Meski fenomena Rojali dan Rohana mencuat, data menunjukkan bahwa sektor informal justru mengalami perbaikan. Sementara itu, sektor ritel modern secara umum juga tidak menunjukkan tekanan berarti.
Data penjualan ritel dari Bank Indonesia masih terpantau stabil, menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga masih berjalan, meskipun dengan pola dan preferensi yang berbeda dari masa pra-pandemi.
"Di sektor ritel, secara umum tak terjadi tekanan berarti. Hal itu bisa dilihat dari data penjualan ritel dari Bank Indonesia yang masih terpantau stabil," ujarnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2626643/original/042780100_1669784618-pas_foto_biru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3152888/original/030872100_1592208166-20200615-Mal-di-Senayan-Kembali-Dibuka-saat-PSBB-Transisi-HERMAN-9.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1806485/original/046571100_1513672856-20171219-Rayakan-Natal-Sambil-Main-Salju-di-Dalam-Mal--Fanani-1.jpg)