Sri Mulyani: Dana Abadi Pendidikan Bantu Ratusan Ribu Penerima, Termasuk Lulusan Kampus Top Dunia

LPDP telah menghasilkan ribuan alumni, termasuk ratusan lulusan dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia. Di antaranya 24 alumni dari MIT dan 63 dari University of Oxford.

Diterbitkan 07 Agustus 2025, 16:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan dana abadi di sektor pendidikan Indonesia akan mencapai Rp 175 triliun pada tahun 2026.

"(Dana abadi di bidang pendidikan) Rp 154,11 triliun, kalau tahun ini ditambah another twenty triliun akan menjadi Rp 175 triliun. Next year kemarin kita juga akan menambahkan lagi," kata Sri Mulyani dalam acara Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia ITB, Kamis (7/8/2025).

Menurut Menkeu, dana abadi senilai Rp 154,11 triliun saat ini terdiri dari beberapa pos, antara lain dana abadi pendidikan sebesar Rp 126,12 triliun, dana abadi penelitian Rp 12,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp 10 triliun, dan dana abadi kebudayaan Rp 5 triliun.

Dana abadi tersebut telah memberikan manfaat bagi ratusan ribu penerima di seluruh Indonesia.

LPDP juga telah menghasilkan ribuan alumni, termasuk ratusan lulusan dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia. Di antaranya 24 alumni dari MIT, 63 dari University of Oxford, 96 dari Harvard University, 72 dari University of Cambridge, 20 dari Stanford University, dan 308 dari Imperial College London. Total alumni internasional LPDP kini mencapai 3.363 orang.

“24 alumni LPDP dari MIT, 63 alumni dari University of Oxford, 96 alumni dari Harvard University, 72 alumni dari University of Cambridge, 20 alumni dari Stanford, 308 dari Imperial College London. From zero to 3.363,” ujarnya.

 

Pemerintah Hanya Kelola Dana Pendidikan

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah hanya bertugas mengelola dananya, sementara arah pemanfaatannya ditentukan oleh masing-masing sektor.

“Saya rasa itu adalah policy dari setiap pemangku kepentingan. Kami yang mengelola dananya supaya bisa sesuai dengan kepentingan dari masing-masing sektor. Jadi ini masih akan banyak lagi puluhan ribu yang akan follow your steps. Kalau bapak stepnya berhenti, ya Republik berhenti,” ujarnya.

 

Anggaran Pendidikan Tahun 2025

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan pada tahun 2025 ini, pemerintah menggelontorkan anggaran pendidikan sebesar Rp 724,3 triliun atau sejumlah 20 persen dari total belanja negara.

Dana tersebut tersebar dalam berbagai program, antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi 1,1 juta mahasiswa, Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 20,4 juta siswa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 9,1 juta pelajar, serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk hampir 200 kampus negeri.

Selain itu, anggaran juga dialokasi untuk beasiswa LPDP, digitalisasi pembelajaran, Tunjangan Profesi Guru (TPG) non PNS untuk 477,7 ribu guru, sertifikasi untuk 666,9 ribu guru, pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 22 ribu sekolah, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6