Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5,12%, Investasi Disebut jadi Penopang

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II 2025 mencapai 5,12%, melampaui ekspektasi.

Diperbarui 06 Agustus 2025, 20:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% pada kuartal II 2025 secara tahunan atau year on year (YoY). Ekonom menilai, pertumbuhan ekonomi itu didukung dari kenaikan investasi di tengah konsumsi melambat.

"Angka pertumbuhan investasinya melonjak cukup tinggi. Sebagian indikator investasi memang menunjukkan peningkatan (terutama dari impor). Saya expect ada akselerasi di investasi tapi tidak setajam yang diumumkan BPS,” ujar Ekonom BCA David Sumual saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (6/8/2025).

Ia menuturkan, pertumbuhan investasi yang naik 7% setara posisi 2018 merupakan komponen dari pertumbuhan ekonomi yang naik di atas harapan. Sebelumnya investasi diperkirakan tumbuh 4%. Adapun investasi tersebut. “Menurut pemerintah (investasi-red) itu terkait proyek tol di Japek/Sumatra, MRT dan belanja modal korporasi besar untuk mesin pabrik,” kata David.

David prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5% hingga akhir 2025. Pertumbuhan ekonomi itu akan didorong dari sektor konsumsi dan belanja pemerintah yang diprediksi tumbuh lebih cepat seiring percepatan belanja pemerintah.

Sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan dan Analisis Wilayah, Moh. Edy Mahmud menuturkan, ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.947 triliun. Atas dasar harga konstan, nilainya mencapai Rp 3.396 triliun. 

“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2025 bila dibandingkan triwulan II tahun 2024 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,12 persen," kata dia, Selasa, 5 Agustus 2025.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia secara triwulan ke triwulan atau quarter to quarter (q to q) di triwulan II-2025 tumbuh 4,04 persen.

"Pertumbuhan ekonomi q to q ini sejalan dengan pola musiman yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, di mana pertumbuhan q to q di triwulan II lebih tinggi daripada triwulan I sebelumnya," tutur dia.

Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang mencapai 5,12 persen juga lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2024, yaitu 5,05 persen.

 

Lapangan Usaha Tumbuh Positif

Pada kuartal II-2025 secara yoy seluruh lapangaaan usaha tumbuh positif. Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, kontruksi, dan pertambangan.

"Total kelima lapangan usaha tersebut mencapai sekitar 63,59 persen dari PDB," ujarnya.

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya tumbuh sebesar 11,31 persen didorong ada peningkatan jumlah pengunjung tempat rekreasi, seiring dengan adanya Hari Besar Keagamaan Nasional, cuti bersama, dan libur sekolah, serta peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara.

Sumber Pertumbuhan

Edy menuturkan, lapangan usaha jasa perusahaan serta transportasi dan pergudangan juga tumbuh tinggi pada triwulan II-2025 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, secara berturut-turut 9,31 persen dan 8,52 persen.

"Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan II-2025, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu 1,13 persen," tutur dia.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,70 persen, informasi dan komunikasi dengan sumber pertumbuhan 0,53 persen, serta kontruksi dengan sumber pertumbuhan 0,47 persen

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6