Apindo Gelar Rakerkonas ke-34 di Bandung, Bahas PHK hingga Tarif Trump

RAKERKONAS APINDO di Bandung menjadi momen penting untuk mengonsolidasikan pandangan dunia usaha dan menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.

Diterbitkan 29 Juli 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) akan menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (RAKERKONAS) ke-34 pada tanggal 4 hingga 6 Agustus 2025 di Bandung, Jawa Barat.

Forum tahunan ini akan menjadi ruang strategis bagi para pelaku usaha untuk mendiskusikan berbagai isu perekonomian nasional serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan ke depan.

Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menyatakan bahwa RAKERKONAS ini menjadi momen penting untuk mengonsolidasikan pandangan dunia usaha dan menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.

"Rakerkonas yang akan berlangsung di Bandung pada tanggal 4-6 Agustus nanti. Dan ini adalah Rakornas APINDO yang ke-34," kata Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Shinta mengatakan Rakerkonas APINDO kali ini mengusung tema "Semangat Indonesia Incorporated". Rakerkonas kali ini ingin menekankan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjadikan kepentingan nasional sebagai fokus utama.

"Kami mengambil tema semangat Indonesia Incorporated. Karena kami merasa inilah waktunya kita semua sebagai pemegang saham Indonesia untuk bisa berpartisipasi mencari solusi dan bagaimana caranya kita bisa bersama pemerintah, bersama masyarakat untuk mengambil Indonesia sebagai kepentingan utama di dalam kemajuan ekonomi kita ke depan," ujarnya.

Rakerkonas juga akan menghadirkan pelaku usaha dari seluruh Indonesia, tidak hanya dari Jakarta, guna memperkuat jejaring dan sinergi lintas wilayah.

 

Tantangan Dunia Usaha

Dalam kesempatan yang sama, Shinta menyoroti tantangan ketenagakerjaan yang kini dihadapi dunia usaha, termasuk ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang meningkat di beberapa sektor.

Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun Indonesia perlu menciptakan 2 hingga 3 juta lapangan kerja baru, namun tekanan terhadap sektor-sektor seperti tekstil, produk tekstil (TPT), dan lainnya justru terus memburuk.

"Jadi, kalau kita lihat tahun, setiap tahun itu 2-3 juta pekerjaan baru harus diberikan. Dan dampak PHK juga tergantung angka dari mana, saya kemarin juga sudah bilang ini bukan angkanya, tapi apa dasar solusi yang bisa kita sampaikan," ujarnya.

 

Menyikapi Dinamika Perdagangan Global dan Tarif AS

Dalam kesempatan ini, Shinta mengatakan bahwa isu perdagangan global juga menjadi perhatian dalam Rakerkonas APINDO, khususnya terkait tarif reciprokal dengan Amerika Serikat.

Shinta menilai bahwa kebijakan tarif dari AS, meskipun telah ada perbaikan dari semula 32 persen menjadi 19 persen, penting bagi Indonesia untuk tetap waspada dan aktif dalam proses negosiasi teknis yang masih berlangsung.

"Jadi, kalau ditanya apakah 19 persen itu baik, ya tentunya kalau dibandingkan dengan 32 persen, 19 persen itu pastinya akan lebih baik," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6