Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Dadan Kusdiana mengatakan Indonesia sudah mempersiapkan sederet regulasi mengenai potensi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS).Â
Dadan menyebut teknologi CCS sudah dikembangkan oleh beberapa negara. Pada sisi komersialisasi pun Eropa dan Jepang disebut telah menjalankannya.
"Secara teknologi, sisi S sudah banyak dikembangkan, memang dari sisi komersial ini masih ada yang bilang di Eropa sudah ada, di Jepang juga sudah punya pengalaman panjang," kata Dadan dalam webinar Menakar Potensi Bisnis CCS/CCUS di Indonesia, Selasa (22/7/2025).
Advertisement
Dia mengaku telah mengunjungi sejumlah negara soal proyek CCS ini. Dia mengklaim, Indonesia tak ketinggalan dalam mempersiapkan CCS di Tanah Air.
"Saya sudah pernah berkunjung ke beberapa negara untuk CCS ini, tapi intinya bahwa Indonesia pun dari sisi kebijakan, dari sisi rencana, tidak ketinggalan, kita sudah lengkap dari sisi regulasi," ucap dia.
Ketahanan Energi Nasional
Dadan bilang, CCS masuk dalam bagian ketahanan energi nasional secara menyeluruh, terutama dalam menurunkan tingkat emisi karbon.Â
Beberapa persiapan regulasi sudah dibuat, mulai dari peraturan pemerintah, Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional, hingga Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero).
"Semuanya adalah mendukung bagaimana ketahanan energi akan semakin didekatkan dengan penyediaan energi yang semakin bersih. Dalam konteks ini CCS merupakan salah satu pilar untuk memastikan bahwa transisi energi ini bisa berjalan dengan baik," tegas dia.
Impor CO2 dari Singapura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menyampaikan Indonesia akan mendatangkan karbon (CO2) dari Singapura dan negara lainnya. Ini akan digunakan dalam proyek penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS).
Pemerintah Indonesia dan Singapura telah meneken Nota Kesepahaman (MoU) tentang proyek CCS ini beberapa waktu lalu. Dadan menegaskan, Indonesia akan mengimpor CO2 dari Singapura, dan disimpan di wilayah Tanah Air.
"Singapura nanti akan melakukan capturing-nya (CO2) di sana, kemudian di-transport, kemudian disimpan di wilayah Indonesia, dan ini tentunya merupakan salah satu peluang ekonomi juga. Kita sedang memastikan dengan Singapura bahwa hal-hal ini dari sisi risiko, dari sisi keekonomian, dari sisi regulasi juga bisa sesuai," kata Dadan dalam webinar Menakar Potensi Bisnis CCS/CCUS di Indonesia, Selasa (22/7/2025).
Â
Advertisement
Buka Peluang Ekonomi
Dia menjelaskan, skema ini membuka peluang ekonomi buat Indonesia, mengingat ada satuan harga yang ditentukan. Di sisi lain, mampu menurunkan tingkat emisi karbon nasional.
"Jadi kalau ini bisa berjalan, tentunya ini membuka peluang ekonomi baru, di samping juga tentunya membuka kesempatan yang baru buat Indonesia untuk menurunkan dari emisi CO2-nya," kata dia.
"Jadi ada kombinasi dari pemanfaatan teknologi CCS ini, dari sisi ekonomi dan juga dari sisi penurunan emisi," imbuh Dadan.
Tak Asal Impor CO2 dari Luar Negeri
Dadan menyadari nantinya langkah impor CO2 akan menuai beragam komentar. Dia pun meluruskan impor yang dilakukan bukan membawa dampak negatif.
"Memang nanti akan ada banyak cerita, kita kok mengimpor CO2, kan datangnya dari luar negeri. Ini konteksnya bukan seperti itu, kita bekerjasama dengan negara lain, kita memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di dalam negeri, dan kalau ini tidak dimanfaatkan kan juga ini percuma," tuturnya.
"Jadi kita dorong juga untuk bekerjasama luar negeri, nanti pengalaman tersebut dari keekonomian tersebut ini yang akan dipakai untuk yang di dalam negeri. Tidak dalam urutan sebetulnya harus luar negeri juga, kalau dalam negeri sudah siap, kita dorong juga ini bisa berjalan dengan cepat," Dadan menjelaskan.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4995048/original/088256300_1730975735-Infografis_SQ_Efek_Donald_Trump_Menang_Pilpres_AS_ke_Perekonomian_Global.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2221001/original/037858100_1744884266-1000040387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5046400/original/098916300_1733912831-WhatsApp_Image_2024-12-10_at_6.38.41_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3441927/original/080733900_1619589140-058834200_1571731165-20191022-Bahlil-Lahadalia-3.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539695/original/018653600_1774612310-IMG_2843__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575371/original/031290900_1778046674-IMG_4230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4051432/original/040553800_1655116427-gas-3-kg-dipastikan-tidak-akan-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575422/original/002640800_1778048611-IMG_4235.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2265569/original/050855900_1530514161-20180702-Harga-Pertamax-Naik-di-Semua-Daerah--TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8465039/original/064200400_1782366224-231f9176-0b0e-46ef-a440-1126d6cae45d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8465028/original/013303600_1782366211-4dacd855-049c-4f6c-ab6d-04cdcee87248.jpeg)