Minim Pelatihan, Indonesia Kekurangan 2,7 Juta Talenta Digital

Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2024 mencatat, hanya 7,32 persen dari hampir 10 ribu perusahaan yang melatih karyawannya secara digital dalam tiga tahun terakhir.

Diterbitkan 16 Juli 2025, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk era digital. Dengan proyeksi kebutuhan 12 juta talenta digital pada 2030, data dari Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi) menunjukkan adanya kekurangan sekitar 2,7 juta talenta yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Sayangnya, tingkat adopsi pelatihan digital masih rendah. Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2024 mencatat, hanya 7,32 persen dari hampir 10 ribu perusahaan yang melatih karyawannya secara digital dalam tiga tahun terakhir.

Sementara di tingkat masyarakat umum, hanya 5 persen yang pernah mengikuti kursus daring, dan sebagian besar hanya sekali. "Tanpa langkah sistematis, kesenjangan keterampilan akan semakin dalam," ujar Founder & CEO Belajarlagi, Faiz Ghifari, Rabu (16/7/2025).

Faiz menekankan, tantangan lain yang tak kalah penting adalah tingginya pengangguran di kelompok usia 15–24 tahun. Segmen usia produktif yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia.

"Bonus demografi hanya akan jadi peluang jika generasi muda dibekali keterampilan yang tepat. Kami menyasar pelajar dan mahasiswa agar mereka siap kerja sejak dini, bukan sekadar lulus," tegas Faiz.

Menjawab tantangan tersebut, ia mendorong para pekerja untuk memperdalam keterampilan digital. Melalui pelatihan praktis dan bersertifikat, baik dalam skala nasional maupun internasional.

 

Jangkau Pelatihan untuk Pelajar dan UMKM

Sebagai upaya untuk mengatasi ketimpangan itu, Faiz menyebut pihaknya telah memberikan pelatihan kepada ribuan peserta dari berbagai latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pelaku UMKM dan profesional muda.

Dengan pendekatan blended learning (online, offline, hybrid), pihaknya memberikan pembinaan melalui final project, sesi mentoring, serta dukungan komunitas alumni.

"Belajarlagi telah dipercaya oleh lebih dari 50 institusi dan korporasi besar, di antaranya Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, BCA, Peruri, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ungkapnya.

 

Gaet Bank Indonesia Jangkau 3.600 Orang

Sepanjang 2024, ia menceritakan, pihaknya bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) telah memfasilitasi lebih dari 3.600 peserta untuk memperoleh sertifikasi kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain itu, peserta juga berkesempatan mendapatkan sertifikasi internasional dari mitra global seperti Meta, Microsoft, dan Adobe.

"Kami percaya talenta unggul bukan hanya soal ijazah, tapi soal keterampilan nyata yang bisa dibawa ke dunia kerja. Itulah kenapa pelatihan kami tidak hanya sekali coba, tapi dirancang sebagai bagian dari perjalanan pembelajar sepanjang hayat," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6