Ada Aksi Demo ODOL, Kemenhub Siap Buka Pintu Diskusi denganSopir Truk

Aksi demo pengemudi ODOL pada hari ini, Kemenhub memandangnya sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang sah dari masyarakat.

Diperbarui 07 Juli 2025, 15:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan mengaku siap menemui pendemo dari kalangan sopir truk yang protes terkait aturan over dimension and over load (ODOL). Kemenhub juga menyebut sempat membahas sejumlah hal dengab perwakilan sopr truk sebelumnya.

 
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Aan Suhanan menyampaikan pernah bertemu dengan perwakilan sopir truk membahas tentang ketentuan truk lebih muatan dan dimensi.
 
"Ya bila mereka ingin bertemu, ya kita temuin gitu kan, gitu, Orang kita sering ketemu, ya, pernah ketemu juga," kata Aan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
 
Dia mengatakan dalam pertemuan sebelumnya sempat dibahas mengenai beberapa tuntutan dari pengemudi truk. Diantaranya soal Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai lalu lintas soal truk lebih muatan dan dimensi atau truk ODOL.
 
Kemudian, dibahas juga mengenai perlindungan pekerja termasuk kesejahteraan. Tak lupa, tuntutan sopir truk mengenai maraknya pungutan liar.
 
Masalah refleksi undang-undang kualitas, masalah perlindungan untuk para pengemudi, ya, perlindungan yang termasuk kesejahteraannya," ucap Aan.
 
 

Polisi Kerahkan 7 Ribu Personel

 
Diberitakan sebelumnya, Polisi mengerahkan 7.107 personel untuk mengawal aksi unjuk rasa sopir truk yang berlangsung di Jakarta pada hari ini, Rabu (2/7/2025).
 
"Jumlah kekuatan pengamanan ada 7.107 personel," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam keterangannya, Rabu.
 
Tercatat sembilan kelompok massa menggelar demo di 11 lokasi berbeda di wilayah Jakarta Pusat. Salah satunya isu yang diangkat menuntut pemerintah mengkaji ulang RUU Over Dimensi Over Loading (ODOL).
 
500 Orang Demo Truk ODOL
 
Total, 500 orang yang tergabung dari pelbagai Organisasi Pengemudi Indonesia (RBPI, APPN, ASLI, KSLI, APPN & Sarbumusi) menggelar aksi di tiga titik.
 
Yakni pintu belakang Kemenhub RI di Jalan Abdul Muis, Kantor Kemenko Infrastruktur di Jalan MH Thamrin, dan depan Gedung DPR/MPR RI.
 
Terkait hal ini, Susatyo mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan selalu bertindak persuasif, tidak memprovokasi dan terprovokasi, mengedepankan negosiasi, pelayanan yang humanis serta menjaga keamanan dan keselamatan.
 
 

Imbau Demo Santun

 
Susatyo juga mengimbau kepada para koordinator lapangan (korlap) dan orator untuk melakukan orasi dengan santun dan tidak memprovokasi massa.
 
"Lakukan unjuk rasa dengan damai, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum. Hormati dan hargai pengguna jalan yang lain yang akan melintas di bundaran Patung Kuda Monas, dan beberapa lokasi lainnya," ujar dia.
 
"Personel yang terlibat pengamanan tidak ada yang membawa senjata api. Hormati dan hargai saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya di muka dengan humanis dan profesional," tandas Susatyo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6