Mahasiswa ITS Pelajari Teknologi Remanufaktur Alat Berat Liebherr Indonesia

Remanufaktur bukan sekadar perbaikan komponen, melainkan strategi industri untuk mengurangi limbah, memperpanjang usia aset, dan menekan biaya operasional.

Diterbitkan 16 Juni 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Liebherr Indonesia menerima kunjungan industri dari Laboratorium Manufacturing Systems, Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta, yang terdiri dari dosen, asisten laboratorium, dan mahasiswa.

Kunjungan tersebut berlangsung selama dua jam dan menjadi ajang berbagi wawasan antara dunia industri dan akademik, khususnya terkait teknologi manufaktur serta praktik efisiensi operasional dalam pembuatan alat berat.

Delegasi ITS mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan tim ahli dari Liebherr Indonesia dan melihat secara rinci proses remanufaktur yang dijalankan perusahaan. Mulai dari penerimaan komponen, pembongkaran, pengendalian kualitas, hingga perakitan dan pengujian.

"Implementasi remanufacturing di Liebherr Indonesia sangat maju dan relevan dengan tantangan industri saat ini. Kami melihat bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga dalam pengelolaan fasilitas secara keseluruhan," ujar Kepala Laboratorium Manufacturing Systems ITS Maria Anitya Sari dalam keterangan tertulis, Senin (16/6/2025).

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung bagi para mahasiswa. Salah satunya, Akmal Zudi Nihara, menyampaikan kesannya setelah melihat proses industri yang selama ini hanya dikenalnya lewat teori.

“Kesan pertama saya sangat positif. Kami disambut hangat oleh tim Liebherr Indonesia, dan fasilitasnya sangat rapi dan bersih, ini menunjukkan standar tinggi yang tetap dijaga. Ini kunjungan pertama saya melihat langsung proses remanufaktur, yang sebelumnya hanya saya tahu dari buku,” ujarnya.

 

Strategi Mengurangi Limbah

Ia juga menambahkan bahwa remanufaktur bukan sekadar perbaikan komponen, melainkan strategi industri untuk mengurangi limbah, memperpanjang usia aset, dan menekan biaya operasional.

Peserta juga diajak tur mengelilingi pusat remanufaktur Liebherr Indonesia. Di fasilitas tersebut, mereka melihat langsung penerapan teknologi canggih dalam setiap prosesnya.

Prasetyo Stefanus, Remanufacturing Manager Liebherr Indonesia, menekankan pentingnya keterkaitan antara teori dan praktik dalam dunia industri.

“Agar sebuah sistem dapat berjalan dengan baik, penting untuk memastikan bahwa teori-teori yang dikembangkan oleh para akademisi benar-benar diaplikasikan secara langsung di lapangan," tegasnya.

 

Tolok Ukur Industri Remanufaktur

Sementara itu, Managing Director Finance & Administration Liebherr Indonesia, Firdaus Sjoekri, mengapresiasi kepercayaan dari ITS untuk menjadikan perusahaannya sebagai salah satu tolok ukur industri remanufaktur nasional.

"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh ITS, sebagai mitra yang ditunjuk pemerintah dalam pengembangan HS code remanufacturing, untuk menjadikan Liebherr Indonesia sebagai salah satu benchmark industri," ucapnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Liebherr Indonesia juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM lokal melalui kolaborasi berkelanjutan dengan institusi pendidikan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6