Liputan6.com, Jakarta Mulai periode April 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan perubahan dalam skema rilis data ekspor dan impor. Jika sebelumnya data perdagangan luar negeri ini biasanya diumumkan setiap pertengahan bulan sekitar tanggal 15, kini masyarakat bisa mengaksesnya lebih awal, yakni di awal bulan berikutnya.
Perubahan ini akan berlaku pertama kali untuk data bulan April 2025. Artinya, alih-alih dirilis pada 15 Mei dengan status data sementara, informasi ekspor-impor April baru akan diumumkan pada 2 Juni 2025. Jadwal ini memberi waktu sekitar 30 hingga 31 hari bagi BPS untuk menyajikan data yang lebih matang dan final.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas data. Dengan jadwal baru ini, BPS akan langsung merilis angka tetap (final) tanpa perlu melalui tahap angka sementara seperti sebelumnya.
Advertisement
"Jadi, ini karena kualitas datanya yang kita utamakan, jadi angka tetapnya, di IMTS sendiri dinyatakan data bulanan bisa sampai 45 hari, kita udah lebih cepat nih (30/31 hari)," kata Pudji dalam Penjelasan Data Ekspor dan Impor, di kantor BPS, Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Menurutnya, dengan rilis data neraca perdagangan atau ekspor impor di awal bulan, jadwal baru ini akan berdampingan dengan publikasi berbagai indikator ekonomi lainnya, seperti inflasi (IHK), indeks harga produsen, data panen dan produksi pertanian, hingga statistik pariwisata dan transportasi.
Â
Penyajian Data BPS Turut Berubah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235282/original/097647300_1748416462-1000197883.jpg)
Tak hanya dari sisi jadwal, pendekatan penyajian datanya pun turut berubah. Ke depan, BPS akan lebih menekankan analisis data ekspor-impor secara kumulatif ketimbang bulanan.
Alasannya, menurut Pudji, data bulanan cenderung fluktuatif, karena banyak dipengaruhi oleh faktor musiman dan jumlah hari kerja yang berbeda-beda.
"Jadi, itu lebih ke bagaimana BPS mengedukasi membaca datanya karena kan kinerja itu tidak bisa dilihat dari bulanan, melainkan kumulatif, ini bagian dari komitmen BPS untuk bisa edukasi pengguna data dengan baik, untuk melihat kinerja maka lihatlah kumulatifnya," jelas Pudji.
Â
Advertisement
Data BPS Bulanan Tetap Tersedia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3091151/original/041888500_1585735063-20200401-Inflasi-2.jpg)
Meski demikian, Pudji menyampaikan bahwa data bulanan tetap akan tersedia bagi publik. Baik melalui situs resmi BPS maupun dokumen Berita Resmi Statistik (BRS), data tetap bisa diakses lengkap hingga ke tingkat komoditas.
"Data bulanan tetap tersedia, tetap kita sajikan di website, juga ada data bulanan, by komoditas, juga ada," ujarnya.
"Karena kan detail data itu tergantung kebutuhannya, tapi kan kalau kita mau lihat kinerja perdagangan itu, kita yang lebih tepat melihat dari bagaimana secara kumulatif perdagangan itu diakumulasikan," tambahnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3052406/original/010898200_1581923517-20200217-Sensus-Penduduk-2020-Secara-Online-Dimulai-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259426/original/000142700_1781500258-WhatsApp_Image_2026-06-15_at_12.02.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552712/original/049344600_1775821186-Banner_Infografis_Vape_H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574709/original/099251000_1777972441-Banner_Infografis_Pengangguran_H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4568442/original/087912500_1694165419-20230908-Harga_Gabah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617292/original/050967500_1635503925-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617285/original/012275200_1635503742-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)