Yayasan Bill Gates Bakal Buka Kantor di Singapura, Ini Tujuannya

Kantor di Singapura akan dibangun dengan dukungan Economic Development Board (EDB).

Diterbitkan 06 Mei 2025, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Organisasi non-profit milik Bill Gates yakni The Gates Foundation akan membuka kantor di Singapura.

Salah satu pendiri Microsoft Bill Gates menuturkan, kantor tersebut akan didirikan untuk mengakses ilmu pengetahuan untuk bermitra dengan komunitas filantropi dan penelitian yang sedang dilakukan di Singapura.

Ia menyampaikan hal itu saat berbicara di Philanthropy Asia Summit 2025 di Singapura pada Senin, 5 Mei 2025, mengutip Channel News Asia, Selasa (6/5/2025).

Adapun kehadiran yayasan di Singapura akan dibangun dengan dukungan dari Economic Development Board (EDB). 

"Lokasi strategis dan ekosistem penelitian Singapura menjadikannya platform yang kuat untuk memajukan inovasi perawatan kesehatan, teknologi finansial, dan (kecerdasan buatan) yang dapat memberikan dampak yang berarti di seluruh kawasan dan dunia," kata Direktur Pelaksana EDB Jermaine Loy dalam sebuah pernyataan. 

Didirikan pada 2000 oleh Gates dan mantan istri yakni Melinda French Gates, yayasan ini adalah organisasi filantropi yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan global, akses ke pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. 

Mendirikan kehadiran di Singapura mencerminkan komitmen yayasan yang lebih luas untuk bekerja sama dengan negara-negara dan mitra guna membantu lebih banyak orang menjalani kehidupan yang sehat dan produktif serta mempercepat kemajuan menuju pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, katanya dalam rilis media pada Senin. 

Perdana Menteri Lawrence Wong mengatakan, pihaknya berharap dapat bekerja sama erat dengan the Gates Foundation untuk memajukan inovasi dan meningkatkan kualitas hidup di Asia dan dunia.

Wong mengatakan telah berdiskusi dengan Bill Gates mengenai tantangan yang akan datang mulai dari energi bersih hingga pengembangan vaksin. Demikian disampaikan dalam sebuah unggahan di Facebook.

 

 

Pertemuan dengan Menteri Senior Lee Hsien Loong

Gates juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Senior Lee Hsien Loong pada Senin, 5 Mei 2025. Lee menuturkan, dirinya dan Bill Gates bertukar pandangan mengenai banyak topik mulai dari memberantas polio, campak hingga pengembangan teknologi baru untuk tenaga nuklir.

Selain itu, pihaknya juga membahas mengenai bagaimana the Gates dapat lebih banyak berkolaborasi dengan berbagai entitas di Singapura seperti Temasek Trust dan universitas di negara tersebut.

“Kami menyambut Yayasan Gates dan pihak lain untuk terus membawa bisnis dan minat ke Singapura dan berinvestasi dalam ekosistem kami, serta mempererat hubungan kami dengan kawasan ini,” ujar dia.

Menanggapi pertanyaan dari CNA, the Gates Foundation menyatakan senang telah menerima undangan dari Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura untuk mendirikan kantor di Singapura.

 

 

 

 

Perkuat Kemitraan

The Gates Foundation yakin kehadiran Singapura akan memperkuat kemitraan kesehatan dan pembangunan global di seluruh kawasan Asia Tenggara, meningkatkan kolaborasi lintas batas, dan memperkuat peran penting Singapura dalam inovasi dan filantropi di kawasan tersebut".

"Pendekatan ini selaras dengan strategi global kami yang lebih luas dan mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk bermitra dengan pemerintah, lembaga filantropi, dan mitra teknis di seluruh Asia untuk mendorong kemajuan menuju tujuan kesehatan dan pembangunan global," demikian seperti dikutip.

Yayasan tersebut juga mengatakan sedang mengkaji aspek hukum dan peraturan untuk mendirikan kantor di Singapura dan akan membagikan rincian tentang rencana kepegawaian dan operasional setelah jadwalnya ditetapkan.

 

Profil Singkat

Siapa yang tak kenal Bill Gates? Ia seorang miliarder dan pendiri Microsoft, dan filantropis ulung. Kisah suksesnya bermula dari keluarga di Seattle, 1955. Ayahnya, seorang pengacara berpengalaman, dan ibunya,

seorang aktivis sosial yang sukses, memberikan fondasi kuat bagi perjalanan hidupnya. Minat Bill Gates di dunia teknologi muncul sejak usia 13 tahun, ketika ia menciptakan gim video pertamanya. Perjalanan ini kemudian berlanjut di sekolah persiapan eksklusif di Seattle, tempat ia bertemu Paul Allen, rekan sekaligus pendiri Microsoft. Demikian mengutip berbagai sumber.

Setelah sempat kuliah di Harvard, Gates memutuskan untuk keluar dan mendirikan Microsoft bersama Allen pada tahun 1975. Keputusan berani ini menandai awal dari era baru dalam industri teknologi. Dari garasi sederhana, Microsoft berkembang menjadi perusahaan teknologi raksasa yang mendominasi dunia perangkat lunak.

Buku memoarnya, 'Source Code: My Beginnings,' yang dirilis pada 4 Februari 2025, mengungkap lebih dalam tentang tahun-tahun awal perjuangannya, termasuk topik-topik yang sebelumnya jarang dibicarakannya. Buku ini menjadi bacaan menarik bagi siapapun yang ingin memahami perjalanan inspiratif pendiri Microsoft.

Keberhasilan Microsoft membawa Bill Gates ke puncak kekayaan. Pada 1999, ia menjadi orang pertama yang mencapai kekayaan bersih USD 100 miliar, sebuah pencapaian luar biasa yang baru dilampaui oleh Jeff Bezos pada 2017. Namun, kekayaan tersebut tidak membuatnya berpuas diri. Bill Gates dikenal sebagai salah satu miliarder paling dermawan di dunia. Ia konsisten menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan amal.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6