Pemegang Saham Restui Bank DKI IPO, Kapan?

Salah satu keputusan strategis RUPST Bank DKI adalah restu pemegang saham atas rencana Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

Diterbitkan 01 Mei 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Bank DKI resmi membagikan dividen sebesar Rp249,31 miliar atau setara 32% dari laba bersih tahun buku 2024 yang tercatat sebesar Rp779,10 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp249,26 miliar diberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sedangkan sisanya Rp56 juta diberikan kepada Perumda Pasar Jaya.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 30 April 2025.

"Sisa laba sebesar 68% atau Rp529,79 miliar akan digunakan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha dan transformasi Bank DKI ke depan," kata Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo dalam keterangannya, Kamis (1/5/2025).

Pemegang Saham Setujui Rencana IPO, Kapan Realisasinya?

Salah satu keputusan strategis RUPST Bank DKI adalah restu pemegang saham atas rencana Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

"Dengan persetujuan ini, Direksi dan Dewan Komisaris diberikan kewenangan untuk menyiapkan segala tahapan dan kajian yang dibutuhkan untuk proses IPO, termasuk memperhatikan kondisi pasar saham dan perekonomian domestik maupun global," tulisnya.

Meski belum disebutkan jadwal pasti pelaksanaan IPO, persetujuan ini menandai langkah besar Bank DKI membuka akses kepemilikan saham bagi publik dan memperluas sumber pendanaan.

 

Penambahan Modal

Selain menyetujui IPO, RUPST juga menyepakati penambahan modal sebesar Rp2,19 miliar dari kredit hapus buku eks BPPN yang tercatat dalam APBD-P 2024, sebagai setoran modal Pemprov DKI Jakarta.

"Dengan demikian, modal ditempatkan dan disetor Bank DKI meningkat menjadi Rp6,58 triliun," ucap Dirut.

Dalam rangka mendukung transformasi, susunan jajaran komisaris dan direksi turut dirombak.

Anang Basuki ditunjuk sebagai Komisaris Utama menggantikan Bahrullah Akbar, sementara empat nama baru masuk dalam jajaran direksi dan kini menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan dari OJK.

Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Bank DKI dalam mempersiapkan diri menyambut era baru sebagai perusahaan terbuka.

Jajaran Direktur dan Komisaris

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama (Independen): Anang Basuki
  • Komisaris: Michael Rolandi C Brata
  • Komisaris Independen: Kiryanto

Direksi

  • Direktur Utama: Agus H. Widodo
  • Direktur Kepatuhan: Ateng Rivai
  • Direktur: Daniel Setiawan Subianto
  • Direktur: Basaria Martha Juliana
  • Direktur: Dipo Nugroho
  • Direktur: Prihanto Herbowo

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6