Waskita Karya Garap Proyek Gedung DPRD DIY, Segini Nilainya

Waskita Karya (WSKT) siap mengembangkan sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan legislasi DPRD DIY.

Diterbitkan 28 April 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan memulai pekerjaan Konstruksi Bangunan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) di Jalan Kenari, Kecamatan Umbulharjo, senilai Rp 293,8 miliar.

Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko, mengatakan pembangunan proyek itu dilakukan setelah peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dilaksanakan pada Jumat, 25 April 2025.

"Waskita Karya merasa bangga, karena kembali dipilih mengerjakan gedung kantor pemerintah daerah. Pembangunan Gedung DPRD DIY ini akan memiliki desain fungsional, andal, menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bagi pengguna," kata Ari Senin, 28/4/2025).

Ari menegaskan Perseroan siap mengembangkan sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan legislasi DPRD DIY. Maka, lanjutnya, bangunan baru seluas 27.040 meter per segi (m2) itu direncanakan terdiri dari lima lantai.

Lantai satu akan menjadi area parkir, lalu di lantai dua terdapat ruang kerja, ruang wartawan, ruang arsip, dan ruang komisi. Berikutnya di lantai tiga ada ruang anggota, ruang transit gubernur, banquet room, ruang rapat paripurna, serta ruang fraksi.

Sementara ruang Panitia Khusus dan ruang Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) tersedia di lantai empat, sedangkan ruang rapat gabungan, rapat anggaran, rapat badan musyawarah terdapat di lantai lima.

Waskita Terapkan Kontruksi Hijau

Dalam pembangunannya, Waskita turut menerapkan green construction. Salah satunya dengan menggunakan material yang lebih ramah lingkungan.

"Menjaga mutu bangunan pun selalu menjadi prioritas Waskita. Kami berkomitmen mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam setiap pelaksanaan proyek," ujarnya.

Implementasi BIM 5D

Kemudian demi membantu manajemen proyek konstruksi dari tahap desain hingga pembangunan, kata dia, Waskita mengimplementasikan Building Information Modelling (BIM) 5D.

BIM berfungsi membantu mengidentifikasi potensi masalah lebih awal, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan koordinasi antar tim, yang pada akhirnya bisa menghemat waktu. Implementasi ini turut memungkinkan visualisasi 3D yang lebih baik, memudahkan pemahaman desain, dan mempermudah identifikasi potensi konflik desain (clash detection) antara berbagai disiplin (struktur, arsitektur, dan MEP).

Berikutnya memfasilitasi komunikasi dan koordinasi yang lebih mudah dan efisien antara berbagai pihak yang terlibat dalam proyek, termasuk kontraktor, pemilik proyek, dan konsultan. BIM sekaligus bertugas menyediakan basis data digital yang terpusat dan mudah diakses.

“BIM merupakan bagian dari upaya Waskita Karya untuk memanfaatkan teknologi terkini dalam industri konstruksi guna memberikan estimasi biaya yang akurat. Dengan begitu mampu membuat pekerjaan proyek lebih efektif dan efisien,” jelas Ari.

 

Waskita Karya Sudah Selesaikan Banyak Pembangunan Gedung Pemerintah

Kata Ari, sebagai BUMN Konstruksi yang memiliki pengalaman lebih dari 64 tahun mengerjakan proyek infrastruktur, Ari menyebutkan, sebelumnya Waskita Karya sudah menyelesaikan banyak pembangunan gedung pemerintah di antaranya Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Maluku, serta Kantor Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) di Mataram.

"Pada Desember tahun lalu, Waskita juga terpilih menjadi kontraktor pembangunan Kantor Gubernur Papua Selatan dan Kawasan Pusat Pemerintahan Otonomi Baru Papua Selatan di Kabupaten Merauke. Proyek Gedung senilai Rp215 miliar tersebut akan memiliki kapasitas sekitar 624 orang," pungkasnya

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6