Apa Itu Mobil Hidrogen? Calon Kendaraan Masa Depan

Mobil hidrogen, solusi ramah lingkungan masa depan? Ketahui kelebihan dan kekurangannya, serta tantangan infrastruktur yang dihadapi.

Diperbarui 16 April 2025, 19:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Apa itu mobil hidrogen? Sederhananya, mobil hidrogen adalah kendaraan yang menggunakan gas hidrogen sebagai sumber tenaga utamanya. Berbeda dengan mobil bensin atau mobil listrik konvensional, mobil hidrogen menghasilkan energi listrik melalui reaksi elektrokimia di dalam sel bahan bakar (fuel cell).

Reaksi antara hidrogen dan oksigen menghasilkan listrik, air (Hâ‚‚O), dan panas. Listrik inilah yang kemudian menggerakkan motor listrik dan roda kendaraan. Inilah yang menjadikan mobil hidrogen ramah lingkungan karena hanya menghasilkan uap air sebagai produk sampingan, tanpa emisi karbon.

Cara Kerja Mobil Hidrogen

Selain bahan bakar minyak yang semakin perlu diminimalisir penggunaannya, ada berbagai energi yang bisa dimanfaatkan untuk menjalankan mobil.

Salah satunya yakni hidrogen yang dapat diubah menjadi energi listrik, atau biasa disebut dengan fuel cell (bahan bakar hidrogen).

Dalam proses pemanfaatan hidrogen, akan muncul reaksi dari hidrogen dan oksigen, sehingga menghasilkan air. Di bawah ini adalah skema lebih jelasnya tentang bagaimana cara kerja dari mobil bertenaga hidrogen.

Memasukkan Gas Hidrogen ke Bagian Pembakaran

Proses pertama, gas hidrogen akan dimasukkan ke dalam sel yang menjadi tempat bahan bakar. Di dalam sana, akan terjadi reaksi antara oksigen dengan hidrogen, yang selanjutnya dapat menghasilkan energi listrik.

Proses Elektrolisis

Tangki atau tempat khusus yang digunakan terbuat dari bahan komposit berlapis-lapis. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan hidrogen di dalamnya. Ketika hidrogen bereaksi dengan oksigen, maka proses elektrolisis terjadi.

Menghasilkan Ion Hidrogen

Hasil dari proses elektrolisis adalah munculnya elektron dan ion hidrogen. Keduanya mengalir dengan melewati media konduktor. Hasilnya, akan muncul arus listrik yang dapat dipakai dalam berbagai sistem kelistrikan pada mobil hidrogen.

Energi Listrik Tersimpan dan Dapat Dipakai

Energi listrik yang sudah dihasilkan akan tersimpan di dalam baterai. Selain disimpan, energi tersebut bisa juga langsung dipakai. Sistem ini terbilang cukup sederhana, sehingga tidak biaya operasionalnya pun menjadi lebih rendah.

Menghasilkan Emisi berupa Air

Dalam proses di atas, tentunya mobil akan menghasilkan emisi. Namun tenang saja, emisi yang dihasilkan berupa air dan uap air.

 

Kelebihan Mobil Hidrogen

Keunggulan utama mobil hidrogen adalah ramah lingkungan. Seperti yang telah disebutkan, ia hanya menghasilkan uap air, sehingga tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polutan berbahaya.

Selain itu, mobil hidrogen menawarkan jarak tempuh yang jauh dan pengisian bahan bakar yang cepat, sebanding dengan mobil bensin. Efisiensi tinggi, terutama pada FCEV, juga menjadi nilai jualnya.

Jarak tempuh yang jauh menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi perjalanan jarak jauh. Kecepatan pengisian bahan bakar yang mirip dengan mobil konvensional juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Efisiensi energi yang tinggi pada FCEV menunjukkan potensi penghematan biaya jangka panjang.

Keunggulan lainnya adalah potensi pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan kontribusi terhadap penurunan emisi karbon global. Hal ini sejalan dengan upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.

Kekurangan Mobil Hidrogen

Kendala utama adopsi mobil hidrogen adalah terbatasnya infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen. Di Indonesia, stasiun pengisian hidrogen masih sangat jarang. Ini menjadi hambatan besar bagi calon konsumen.

Biaya produksi mobil hidrogen juga masih relatif tinggi dibandingkan mobil listrik konvensional. Harga yang tinggi ini tentu akan membatasi daya beli masyarakat. Selain itu, penyimpanan dan transportasi hidrogen membutuhkan teknologi khusus karena sifatnya yang mudah terbakar dan membutuhkan tekanan tinggi.

Proses produksi hidrogen sendiri juga bisa menghasilkan emisi karbon jika tidak menggunakan sumber energi terbarukan. Ini menjadi perhatian penting dalam konteks keberlanjutan lingkungan.

Tantangan dan Masa Depan Mobil Hidrogen di Indonesia

  • Infrastruktur: Pembangunan infrastruktur pengisian hidrogen yang memadai menjadi prioritas utama.
  • Biaya Produksi: Penelitian dan pengembangan teknologi untuk menurunkan biaya produksi sangat penting.
  • Edukasi Publik: Meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik tentang teknologi hidrogen.
  • Kebijakan Pemerintah: Dukungan kebijakan pemerintah untuk mendorong pengembangan dan adopsi mobil hidrogen.

Meskipun masih ada banyak tantangan, potensi mobil hidrogen sebagai solusi transportasi berkelanjutan di masa depan sangat besar.

Dengan pengembangan teknologi, infrastruktur, dan kebijakan yang tepat, mobil hidrogen dapat memainkan peran penting dalam mengurangi emisi karbon dan menciptakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia. Perlu kolaborasi antara pemerintah, industri, dan peneliti untuk mewujudkan hal ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6