Sukses

Apel Siaga Alsintan di Jati, Mentan Tekankan Pompanisasi yang Jadi Solusi Hadapi El Nino

Mentan mengatakan bahwa pompanisasi jadi solusi cepat untuk menangani El Nino karena dapat membantu petani menanam dan berproduksi secara cepat dan maksimal.

Liputan6.com, Surabaya Apel Siaga Alat Mesin Pertanian (Alsintan) digelar di Provinsi Jawa Timur dan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Apel siaga itu ditujukan untuk meningkatkan luas tanam dan produksi pertanian melalui kegiatan pompanisasi. 

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran menyebut pompanisasi merupakan solusi cepat dan tepat dalam menangani El Nino. Dampak besar yang jelas terlihat adalah penurunan produksi pangan terutama beras secara nasional pada 2023. Mentan Amran mengatakan pompanisasi akan memberi dampak positif dalam memenuhi target produksi untuk kebutuhan pangan nasional tahun ini. 

"Pompa ini solusi cepat untuk menangani El Nino, karena pompa ini bisa membantu petani menanam dan berproduksi secara cepat dan maksimal, kalau kita bangun sawah baru itu butuh satu, dua bahkan tiga tahun, tapi kalau pompanisasi ini bisa meningkatkan produksi secara cepat," ujar Mentan Amran usai memimpin Apel Siaga Alsintan di Lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya. 

 

Secara rinci Mentan Amran mengatakan, sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, Provinsi Jawa Timur memiliki kurang lebih 380.000 hektar tadah hujan. Mentan Amran optimis jika sistem pompanisasi mampu memaksimalkan penanaman di 300.000 hektar lahan yang dimaksud, maka Jawa Timur dipastikan dapat menutupi 50% kebutuhan beras nasional yang beberapa tahun belakangan ini dipenuhi dari impor.

"Ini kita pasang pompa, sehingga yang tadinya tanam satu kali bisa jadi tiga kali, artinya kita bisa capai nanti, dari Jawa Timur saja target kenaikan mencapai 2 juta ton minimal 1 juta ton itu bisa menutupi 50% impor kita hanya dari satu provinsi," kata Mentan Amran. 

 

Di kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan bahwa Jawa Timur masih mempertahankan posisi sebagai produksi padi terbesar di Indonesia. Pada 2020-2023 tercatat kontribusi Jawa Timur mencapai 17,9% terhadap produksi padi nasional. Dengan pencapaian produksi padi tahun 2023, sebesar 9,7 juta ton gabah kering giling atau setara dengan 5,6 juta ton beras.

"Tahun ini karena dampak El-Nino berpengaruh signifikan terhadap sektor pertanian, menyebabkan pola tanam dan pola produksi pertanian di Jawa Timur berubah, tetapi hari ini kita diberikan bantuan yang cukup banyak 3.700 buah pompa air, dengan adanya pompanisasi ini, kami yakin persoalan air dapat terpenuhi," ujarnya. 

Untuk informasi, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan 3700 unit pompa air yang akan disebar ke 21 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Bantuan pompa tersebut senilai Rp113,9 milyar, dengan cakupan area yang diairi diperkirakan seluas 60.165 ha.

 

 

(*)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.