Sukses

Menko Luhut Jadikan Nono Bocah Jenius dari NTT Contoh Bangun SDM di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan kepada investor bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu hal penting. Pengembangan SDM ini menjadi prioritas Presiden Joko Widodo atau Jokowi, selain melakukan hilirisasi industri di Indonesia.

"Bukan sekedar membuat ini, membuat itu, industri SDM adalah kunci. Tadi malam saya Dinner dengan investor-investor apa prioritas pemerintah setelah hilirisasi? saya bilang adalah SDM," kata Luhut dalam peresmian penyelenggaraan Sail Teluk Cendrawasih, di Sarinah, Jakarta, Jumat (3/2/2023).

Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan SDM di Indonesia, termasuk di Papua. Dia pun telah bersepakat dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mendorong pendidikan di Sorong, Papua, dengan membuat program pandai berhitung.

Sebagai informasi, sebelumnya program tersebut sudah dilakukan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dan di Kabupaten Humbang Hasundutan di Sumatera Utara. Luhut berharap, kedepannya program itu bisa perluas ke seluruh Indonesia.

"Hari ini Pak Tito pergi ke Sorong. Tapi kemarin siang kita bersepakat bahwa kita mendorong pendidikan di Papua. Pendidikan di Papua itu pembelajaran matematika kita bikin program yang akan semua nanti bermatematika ria. Kita sudah bikin di Humbang Hasundutan dan juga di Morowali dan di mana itu hasilnya sangat hebat," ujarnya.

Misalnya, Nono, bocah berprestasi asal NTT yang harumkan nama Indonesia setelah berhasil meraih juara dalam kompetisi matematika internasional.

Bocah jenius NTT ini mampu mengalahkan 7.000 siswa lain dari berbagai negara di dunia dalam ajang ABG International Mathematics Competition yang diselenggarakan International Abacus Brain Gym. Kata Luhut, Nono merupakan hasil dari program pandai berhitung.

"Kalau anda baca media Nono yang dari NTT, itu adalah produk dari program ini. Jadi, kita mau bilang orang Papua itu jangan hanya ribut ngomong sana ngomong sini tapi do something membuat pintar orang Papua," pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Bocah Jenius Nono dari NTT Juara Matematika Sedunia, Warganet: Lo Seumuran Dia Ngapain?

Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau biasa disapa Nono menorehkan prestasi luar biasa atas nama Indonesia, dimana dia berhasil meraih juara dalam kompetisi matematika internasional.

Diketahui, bocah jenius NTT juara matematika ini mampu mengalahkan 7.000 siswa lain dari berbagai negara di dunia dalam ajang bertajuk "Abacus Brain Gym" 2022.

Nono sendiri diketahui adalah siswa kelas 2 di SD Inpres Buaraen 2, Amarasi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun prestasi Nono ini diungkap secara langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, lewat postingannya di Instagram.

"Saya senang dan bangga melihat anak seperti Nono atau Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, siswa kelas 2 SD Inpres Buraen 2, Amarasi Selatan, yang meraih posisi pertama dalam kompetisi tingkat dunia Abacus Brain Gym tahun 2022 yang diikuti oleh sekitar 7.000 siswa dari seluruh dunia," tulis Viktor, sebagaimana dikutip dari kanal Health Liputan6.com.

"Nono membanggakan NTT juga dunia, yang tentunya tidak terlepas dari peran guru yang sangat penting dalam membangun anak yang cerdas dan mandiri," dia menambahkan.

Prestasi luar biasa ini juga disambut gembira dan bangga oleh warganet, dimana banyak yang mengapresiasi Nono juara matematika internasional. Berikut ini adalah beberapa cuitan warganet di platform Twitter, Kamis (19/1/2023).

"Dia umur 8 th udh jadi juara matematika tingkat dunia, kerenšŸ‘," cuit @xxsunflower_hc

"Acara tipi jaman sekarang kualitas nya šŸ¤¢šŸ¤¢šŸ¤¢šŸ¤¢šŸ¤®šŸ¤®šŸ¤®šŸ¤®ngundang ginian cuman demi rating. harusnya kalau mau nyari rating lu undang noh si adek yg kemarin habis juara 1 dunia mapel Matematika. Lu undang ke acara elu!" tulis @Oleaeuropaea26.

"Selamat atas prestasinya," @nurul050876

"Luar biasa....MANTAP. Patutu d beri pneghargaan...," kata @ayahnada8

"Salut! Nono Bocah SD Juara Dunia Lomba Matematika, Kalahkan 7000 Peserta," unggah @Sahabat_Bangsa

"Kenalinā€¼ļø Namanya Nono, bocah kelas 2 SD asal Kab. Kupang Nusa Tenggara Timur baru saja menjuarai lomba Matematika tingkat Internasional. Nono membawa harum nama Indonesia usai menjadi Juara 1 Matematika Internasional Abacus World Competition tingkat dunia," twit @_tukangrosok_

"Semoga adik NONO juara 1 matematika segera dipanggil ke Istana krn sdh menunjukkan prestasi dunia unt Indonesia," tulis @Budionotaslim3

"Nono, seorang jenius matematika berusia 8 tahun dari NTT yang berhasil menjadi juara pertama pada kompetisi matematika internasional melawan 7000 kontestan di seluruh dunia. Kalo ozzers umur segitu ngapain?" cuit @ozradiobandung.

3 dari 3 halaman

Membangun Anak Jadi Manusia Hebat

Viktor pun mengatakan bahwa banyak anak yang lahir dari latar belakang keluarga biasa tapi bisa tumbuh menjadi siswa luar biasa.

"Banyak anak-anak yang terlahir dari latar belakang biasa saja tetapi mereka menjadi luar biasa dan lebih berhasil dibanding anak-anak yang hanya cerdas di lembaga pendidikan saja, karena mereka memiliki daya tahan yang luar biasa," ujarnya.

Dia lalu menambahkan bahwa membangun anak menjadi manusia hebat bukan hanya intelektualnya saja,Ā tapi juga memiliki Adversity Quotient atau daya tahan terhadap tekanan.

"Jadi anak tidak dimanja, tetapi dilatih untuk melalui tekanan yang sesuai dengan tahapan usianya, sehingga pelan-pelan anak menjadi kuat bertahan," katanya.

Bagi Viktor, tekanan pada anak sesuai usia tetap harus ada untuk melatih mental anak agar bisa menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan.

"Tekanan tetap harus ada tetapi tidak membuat anak menjadi stres.Ā Output-nya adalah anak memilikiĀ pain toleranceĀ sehingga ketika dewasa dan berhadapan dengan masalah, tantangan, atau penderitaan, dia tetap tenang dan rasional," kata Viktor.

ViktorĀ berpesan kepada orangtua agar tidak hanya mengajarkan anak soal pengetahuan, tapi juga kasih sayang dan cara menghadapi dan menyelesaikan masalah.

"Jadi sebagai orangtua, isilah anak kita bukan saja dengan pengetahuan, tapi juga dengan afeksi atau kasih sayang serta bertahap melatih anak dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah," ujarnya.

"Sehingga menjadi manusia dengan emosi, moral, dan spirit yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan saat anak besar nanti," Viktor menekankan.Ā Ā 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.