Sukses

Bahaya, Erick Thohir Sebut 65 Persen Dana Pensiun BUMN Perlu Perhatian Khusus

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan kalau ada 65 persen dari pengelolaan dana pensiun (dapen) di BUMN yang perlu perhatian khusus. Sisanya, sekitar 35 persen diakuinya dalam kondisi sehat.

Hal ini merujuk pada keinginan Erick terkait pengelolaan dapen BUMN secara profesional. Lagi-lagi, dia tak ingin ada kasus-kasus serupa Jiwasraya maupun Asabri di pengelolaan dapen BUMN lainnya.

"Nah ini yang menjadi concern, jangan sampai Komisi VI mendorong yang namanya pembukaan kasus-kasus daripada Asabri dan Jiwasraya, tetapi di dana pensiun BUMN kita tidak sempat merapatkan," tutur Erick Thohir dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (5/12/2022).

Pengelolaan dapen BUMN saat ini diserahkan pada masing-masing perusahaan. Menurut temuannya, hanya ada 35 persen pengelolaan dapen BUMN dalam kondisi sehat.

"Karena kan ini seusia aturan masing-masing BUMN boleh punya dana pensiun sendiri. Dan ini yang saya rasa mengkhawatirkan, kalau deteksi awal, ini tidak menakut-nakuti, tapi 35 persen yang sehat, 65 persen harus ada perhatian khusus. Nah perhatian khusus dulu," sambung Erick.

Langkah perbaikan ini, menurutnya sebagai salah satu ancang-ancang agar kejadian dari Asabri dan Jiwasraya tak terulang kedepannya. Termasuk dalam hal pemanfaatan aset milik perusahaan pelat merah.

"Nah ini kita mau coba diperbaikin jangan sampai pensiunan daripada pegawai BUMN ini justri menjadi maslaah kedepan. Dan juga jangan sampai aset-aset BUMN yang ada di tentu, tadi, akhirnya hilang atau tidak dimaksimalkan," tambah Erick.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Potensi Penyelewengan

Di samping itu, merujuk kasis Asabri-Jiwasraya, adanya penyelewengan dana investasi jadi perhatian Erick. Dia tak ingin hal ini kembali terulang, maka jawabannya adalah pengelolaan dapen secara profesional.

"Yang kita inginkan bahwa para pensiunan ini mendapat kepastian tetapi pengelolaannya harus profesional. Karena kembali sama kasusnya sengan Jiwasraya-Asabri adalah penempatan investasi yang tentu ini tak punya standar sehingga bisa terjadi, masih bilang bisa, kita gak boleh menduga-duga, bisa terjadi tentu penyelewengan," bebernya.

Untuk mengantisipasi hal itu, dia mengaku sudah memanggil jajaran direksi di seluruh BUMN. Salah satunya menegaskan langkah yang akan diambil jika ditemukan kasus serupa Jiwasraya-Asabri.

"Inilah kenapa kita sudah mengkonsolidasi, memanggil seluruh direksi kita bilang, kalau ini ada temuan hal yang lain-lain ya pasti kita akan tindak keras seperti yang kita lakukan di Asabri-Jiwasraya," kata dia.

"Karena ini total potensi yang luar biasa, dan mumpung kita punya waktu untuk oenyelesaian, benchmarking yang ada di Jiwasraya Asabri ataupun ini yang ktia lajukan nmbenchmarking yang sudah kita lakukan dengan Singapura dan juga Kanada," imbuhnya.

 

3 dari 3 halaman

Harus Transparan

Diberitakan sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menyuarakan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana pensiun BUMN.

"Pengelolaan dana pensiun BUMN yang baik itu hukumnya wajib," tulis Erick Thohir, dalam postingan video di akun Instagram-nya, dikutip Kamis (23/6/2022).

"Yang namanya dana pensiun karyawan sekarang saya akan perbaiki. Saya tidak mau (kasus) Jiwasraya terjadi di dana-dana pensiun BUMN, setuju?," ujar Erick Thohir dalam video postingannya bertajuk "bersih-bersih dana pensiun".

Dia juga menyebut, dirinya tidak menginginkan korupsi dana pensiun seperti di Asabri, terjadi di BUMN.

"Pengelolaan dana pensiun harus transparan! Bertanggung jawab!," tegas Erick Thohir.

"Karena itu saya titip ke Direksi, program 1 tahun ini saya bersama Wamen adalah 'Bersih-bersih dana pensiun'," ungkapnya.

Erick Thohir melanjutkan, bersih-bersih dana pensiun agar transparan pun menjadi tanggung jawab bersama, baik hari ini maupun di masa mendatang.

"Semua yang bekerja, pasti akan pensiun. Mereka yang telah mengabdi dan berkontribusi untuk negara, berhak mendapatkan apresiasinya," demikian postingan Erick Thohir.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS