Sukses

Jangan Ragu Memulai Bisnis, Catat Langkah Jitunya

Liputan6.com, Jakarta Pada tahun ini ada yang ingin memulai bisnis tapi masih ragu? Ingat, setiap peluang tidak akan datang kedua kalinya.

Ada berbagai cara untuk memulai bisnis Anda sendiri, tetapi penting untuk mempertimbangkan ide, berapa banyak waktu yang dimiliki, dan jumlah uang yang ingin Anda keluarkan sebelum memutuskan untuk memulai bisnis tersebut.

Dilansir dari laman Forbes, Senin (10/10/2022) berikut adalah sederet teknik dalam memulai bisnis yang bisa Anda ketahui:

1. Pentingnya semangat yang kuat dalam berbisnis

Dalam memulai bisnis, kita perlu menyadari bahwa kesuksesan tidak datang dalam semalam.

Maka dari itu, ingatlah untuk berfokus pada perjalanan bisnis Anda dan jangan mengukur kesuksesan Anda dengan kesuksesan orang lain.

Selain itu, konsistensi juga merupakan kunci penting. Sebagian orang mungkin memiliki motivasi untuk memulai di awal, tetapi motivasi bisa berkurang ketika kekurangan semangat.

Inilah sebabnya mengapa penting untuk menciptakan kebiasaan dan mengikuti rutinitas yang menguatkan Anda saat motivasi menurun.

2. Tentukan ide bisnis

Sebelum memulai bisnis, Anda perlu mengetahui kegiatan, bidang, dan produk apa yang Anda sukai.

Tetapi perlu dicatat juga, minat tersebut harus berdasarkan kemampuan dan kapasitas Anda.

Misalnya, Anda mungkin menyukai musik, tetapi seberapa layak ide bisnis Anda jika Anda bukan penyanyi atau penulis lagu yang kurang berbakat?

Atau, mungkin Anda menyukai kegiatan merajut, dan ingin membuka toko pakaian handmade.

Namun, Anda juga perlu mengetahui apakah bisnis tersebut cocok bagi pasar di sekitar Anda.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Persaingan Pasar

3. Kenali pesaing dan pasar

Sebagian pengusaha masih menghabiskan terlalu banyak waktu untuk produk mereka daripada mengenal persaingan.

Untuk mengetahui pesaing dan pasar, Anda bisa melakukan survei dengan mengumpulkan data langsung dari pelanggan potensial.

Survei tersebut baik untuk dilakukan untuk mempelajari apa yang diinginkan konsumen, dibandingkan menebak atau menyimpulkan secara independen.

Anda dapat menggunakan kuesioner, survei, dan wawancara.

4. Buat Rencana Bisnis

Membuat rencana bisnis adalah tahap penting yang berfungsi sebagai peta jalan saat mendirikan bisnis Anda.

Tahap ini juga memudahkan calon investor, lembaga keuangan, dan manajemen perusahaan untuk memahami dan menyerap bisnis yang Anda geluti.

Bahkan, jika Anda berniat untuk membiayai bisnis sendiri, rencana bisnis dapat membantu Anda menyempurnakan ide dan menghindari potensi masalah ke depannya.

 

3 dari 4 halaman

Tips Selanjutnya

5. Tentukan struktur bisnis

Saat menyusun bisnis, penting untuk mempertimbangkan bagaimana setiap struktur memengaruhi jumlah pajak yang harus Anda bayar, operasi harian, dan apakah aset pribadi Anda berisiko.

Berikut adalah beberapa contoh struktur bisnis:

- LLC Sebuah perseroan terbatas (LLC) membatasi tanggung jawab pribadi Anda untuk utang bisnis.

LLC dapat dimiliki oleh satu atau lebih orang atau perusahaan dan harus menyertakan agen terdaftar. Pemilik ini disebut sebagai anggota.

- LLP, biasanya digunakan untuk profesional bisnis berlisensi seperti pengacara atau akuntan. Pengaturan ini memerlukan perjanjian kemitraan.

- Kepemilikan Tunggal: Jika Anda memulai bisnis secara indicidual, Anda dapat mempertimbangkan kepemilikan tunggal.

Jadi, jika bisnis gagal, pemilik secara pribadi dan finansial bertanggung jawab atas semua hutang bisnis.

- Korporasi: Korporasi membatasi tanggung jawab pribadi Anda untuk utang bisnis seperti halnya LLC.

Perbedaannya, korporasi dapat dikenakan pajak sebagai korporasi C atau korporasi S.

Status perusahaan S menawarkan perpajakan ke perusahaan kecil yang memenuhi persyaratan tertentu.

Sedangkan perusahaan besar dan perusahaan baru yang berharap dapat menarik modal ventura biasanya dikenai pajak sebagai perusahaan C.

 

4 dari 4 halaman

Terakhir

6. Pasarkan bisnis

Banyak pengusaha yang menghabiskan begitu banyak uang untuk membuat produk mereka sehingga tidak ada anggaran pemasaran pada saat bisnis mereka diluncurkan.

Atau, mereka telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk mengembangkan produk sehingga pemasaran menjadi tertunda.

Bahkan jika Anda adalah bisnis batu bata dan mortir, kehadiran website atau platform di internet sangat penting.

Anda dapat membuat situs web informasi standar atau situs lainnya di mana Anda menjual produk secara online.

Setelah mendapatkan website atau toko e-commerce, fokuslah untuk mengoptimalkannya untuk mesin pencari (SEO).

Dengan cara ini, ketika calon pelanggan mencari kata kunci spesifik untuk produk Anda, mesin pencari dapat mengarahkan mereka ke situs toko Anda.

Selain itu, penting untuk menyediakan konten digital yang berkualitas di situs Anda guna memudahkan pelanggan menemukan informasi yang benar terkait produk yang Anda jual.

Ide pemasaran konten termasuk video, testimonial pelanggan, posting blog, dan demo.

Pertimbangkan pemasaran konten sebagai salah satu tugas paling penting dalam daftar tugas harian Anda. Ini digunakan bersamaan dengan posting di media sosial.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS