Sukses

Mendag: Produk Indonesia Harus Serbu Pasar Luar Negeri, Tollway Sudah Kita Buat

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Zuklifli Hasan meminta produk dalam negeri bisa berekspansi atau memperluas jaringan ke pasar internasional. Ada sejumlah perjanjian dagang untuk memuluskan rencana tersebut.

Zulkifli Hasan percaya diri langkah tersebut bisa meningkatkan ekonomi nasional. Selain itu sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045 dengan mendorong Indonesia jadi negara maju dan berpenghasilan keempat terbesar di dunia.

"Sekarang Indonesia tak boleh jadi pasar, tapi harus serbu pasar luar negeri, tollway-nya sudah kita buat," kata dia dalam peluncuram Trade Expo Indonesia ke 37 tahun 2022, Rabu (10/8/2022).

"Tollway-nya ada (perjanjian dagang) ASEAN nanti tanggal 23 kita ketok palu, ratifikasi, kita bebas di ASEAN mau transit dagang apa saja," tambahnya.

Kemudian, ada perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Hal yang sama juga dijajaki dengan Australia dan Korea Selatan.

Dengan itu, biaya masuknya barang produksi Indonesia akan menjadi 0 persen. Ini berlaku untuk jenis-jenis barang sesuai dengan ketentuan perjanjian.

"Dengan UAE (I-UAE CEPA), bisa tembus pasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika," ujarnya.

Selanjutnya, Ia memproyeksikan atas upaya tersebut mampu mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di 5 persen setiap tahun. Artinya, dalam 20 tahun ke depan, Indonesia bisa mencapai visinya.

"Kita bisa capai di 2045 Indonesia Maju, kira bisa keluar dari middle income trap. Jika semua serbu pasar internasional, tembus pasar (internasional)," terangnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Launching Trade Expo Indonesia 2022

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan merilis acara Trada Expo Indonesia (TEI) ke-37. Ia menargetkan transaksi meningkat hingga tembus USD 10 miliar.

Ia mengampaikan, pameran produk hingga temu bisnis ini akan menjadi titik balik perdagangan pasca pandemi covid-19. Salah satunya, melalui peningkatan ekspor.

Untuk diketahui, TEI 37 ini akan digelar pada 19-23 Oktober 2022 secata luring. Sementara, gelaran pameran secara daring akan sigelar 19 Oktober sampai 19 Desember 2022.

"Kami optimis mecapai targetnya (transaksi) 10 miliar dolar," ujarnya dalam peluncuran TEI ke 37 tahum 2022, di Kementerian Perdagangan, Rabu (10/8/2022).

Angka target ini meningkat sekitar 40 persen dari perolehan transaksi di TEI 36 tahun 2021 lalu sebesar USD 6,06 miliar.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Kinerja Ekspor

Dalam gelaran ini akan ditampilkan sejumlah produk dalam negeri. Harapannya, akan meningkatkan kinerja ekspor.

"TEI 37 akan jadi titik balik geliat ekonomi dan global pasca pandemi covid-19. Ini akan berikan kenyamanan bagi pengunjung dengan berbagai produk berkualitas," terangnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi mengungkap target pengunjung dan eksibitor produk. Rinciannya, ia menargetkan 1000 eksibitor, 66 ribu pengunjung dan pembeli dari mancanegara.

"Dengan menampilkan produk potensial, kami lakukan serangkaian sosialisasi dan penjaringan peserta baik online maupun offline, menggandeng Kementerian/Lembaga, dinas perdagangan dan asosiasi pelaku usaha," kata dia.

Angka ini juga meningkat dari tahun lalu. Pada TEI 36, jumlah pengunjung mencapai 32.030, dan peserta pameran sebanyak 834 eksibitor.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS