Sukses

Konflik China - Taiwan Bikin Negara Lain Berlomba-Lomba Jalankan Proteksionisme

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ketegangan yang terjadi antara China dan Taiwan diasumsikan mendorong banyak negara semakin meningkatkan ketahanan ekonominya masing-masing.

"Artinya proteksionisme kemungkinan akan semakin besar, blok akan menjadi semakin menguat," kata Sri Mulyani dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia, Senin (8/8/2022).

Menurutnya, situasi ketegangan tersebut membuat hubungan investasi perdagangan ke depan tidak lagi berdasarkan arus barang, modal dan manusia yang sifatnya bebas seperti saat ini. Justru, hubungan ekonomi negara-negara dunia akan lebih memperhitungkan sisi aspek geopolitik.

"Eskalasi yang luar biasa tentu akan menimbulkan kemungkinan dampak dari sisi keamanan, tetapi juga selalu dimensinya dari sisi politik ekonomi," kata Sri Mulyani.

Menkeu menyebut ketegangan baru yang terjadi antara China dan Taiwan ini justru semakin menambah dinamika politik global yang saat ini sudah memanas akibat perang antara Rusia dan Ukraina membuat situasi semakin tidak aman bagi seluruh dunia.

Tak hanya itu saja, ketegangan geopolitik juga mengancam hubungan ekonomi negara-negara di dunia yang selama 30 tahun terakhir berjalan baik. Baik itu hubungan dagang, investasi, lalu lintas manusia, arus modal dan arus informasi dan barang tidak banyak terdisrupsi selama puluhan tahun terakhir.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Militer China Masih Hantui Laut dan Udara Taiwan Pasca Kunjungan Nancy Pelosi

Sebelumnya, Militer China mengatakan bahwa mereka melanjutkan latihan di laut dan udara di sekitar Taiwan pada Senin (8/8/2022).

Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China mengatakan di media sosial Weibo bahwa mereka akan berlatih melakukan serangan anti-kapal selam dan serangan laut, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (8/8/2022).

Militer telah melakukan serangkaian latihan angkatan laut dan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di daerah dekat Taiwan setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau itu.

Latihan itu awalnya dijadwalkan berlangsung empat hari dan berakhir pada hari Minggu.

Sebelumnya, kantor berita negara China Xinhua mengeluarkan laporan singkat yang tidak menyebutkan kesimpulan dari latihan tersebut.

Latihan tersebut menguji "taktik perang sistem di bawah kondisi berbasis informasi, dan mengasah serta meningkatkan kemampuan untuk menghancurkan target pulau penting dengan serangan presisi", tulis Xinhua mengutip perwira angkatan udara Zhang Zhi.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

China Beri Sanksi, Nancy Pelosi Tegas Bela Status Quo Taiwan

Pemerintah China mengumumkan sanksi kepada Ketua DPR AS Nancy Pelosi karena kunjungannya ke Taiwan. Kunjungan Pelosi menuai berbagai ancaman dari China.

Dilaporkan Kyodo News, Jumat (5/8/2022), sanksi akan diberikan kepada Nancy Pelosi dan keluarga dekatnya. Kementerian Luar Negeri China berkata langkah itu merupakan provokasi.

Pihak Kemlu China belum mengungkap jenis sanksi yang dimaksud.

Sebelum Nancy Pelosi tiba di Taiwan, pemerintah China berkali-kali memberikan pernyataan keras dan ancaman. Namun, perjalanan Nancy Pelosi berjalan lancar dan politisi 82 tahun itu sudah beranjak pergi dari Taiwan.

Pada konferensi pers di Jepang, Nancy Pelosi kembali mengkritik China yang berusaha untuk mengisolasi Taiwan.

"Mereka (China) mungkin mencoba mencegah Taiwan untuk berkunjung atau berpartisipasi di tempat-tempat lain, tetapi dia tidak akan mengisolasi Taiwan dengan mencegah kita mengunjungi Taiwan," ujar Nancy Pelosi pada Jumat ini.

"Kita tidak akan membiarkan mereka mengisolasi Taiwan. Mereka tidak mengatur jadwal travel kita. Pemerintah China tidak melakukan itu. Persaabatn kita dengan Taiwan kuat. Hal itu bipartisan di DPR dan Senat. Ada dkungan besar untuk perdamaian dan status quo di Taiwan," lanjutnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS